ini semua hanya celotehan..
dianggap serius silahkan,
dianggap bercanda juga silahkan..
selamat menikmati!

17/04/2013

PINDAH ALAMAT

Selamat malam para pembaca.. Terhitung sejak saat ini, mungkin alamat blog ini tidak akan update lagi dikarenakan saya akan berganti alamat blog. Adapun alamat blog saya yang baru adalah ini: www.inikatasaya.blogspot.com Sekian dan terima kasih.

19/03/2013

REVIEW BUKU: "Steve Jobs. Stay Hungry, Stay Foolish" (Jay Elliot)





“Tetaplah Lapar. Tetaplah Bodoh.”

Itulah kalimat yang terlintas di pikiran saya pertama kali begitu membaca buku ini. Sederhana memang, tetapi mengandung arti yang sangat banyak dan mendalam menurut saya. 

Ya! Steve Jobs lah orangnya!
Seorang pria yang berasal dari keluarga kecil dan sederhana. Orangtua kandungnya memutuskan untuk ‘memberikan’ ia kepada keluarga yang mau mengadopsinya, dengan tujuan agar ia mendapatkan penghidupan dan pendidikan yang hebat. Singkat cerita, pria yang tidak menyelesaikan kuliahnya ini mampu membuat suatu inovasi yang dikagumi banyak orang hingga saat tulisan ini dibuat. Bagaimana tidak? Anda lihat saja berbagai macam gadget yang menghiasi tangan orang-orang yang ‘haus’ akan teknologi. Bagaimana produk yang ia ciptakan dipergunakan hampir semua golongan, mulai dari pejabat pemerintahan Amerika Serikat, musisi, seniman, pengusaha, bahkan hingga kalangan anak-anak SMA di Indonesia yang berlomba untuk terlihat ‘keren’ dengan menenteng gadget berlogo buah apel tergigit itu.

Saya menulis ini bukan dengan maksud apa-apa, tapi hanya ingin menyampaikan pendapat saya tentang apa yang telah saya baca di buku itu. Dan menurut saya, seorang Steve Jobs memang telah melakukan sebuah perubahan besar dalam teknologi peradaban manusia. Walaupun ia tidak lulus kuliah, tetapi kemauan dan kemampuannya dapat diwujudkan dengan cara menciptakan berbagai macam alat yang sangat canggih, bahkan mungkin di luar nalar pikiran kita (apabila kita kembali pada zaman dimana dia mulai mendirikan Apple).

Kematiannya pada waktu sehari setelah peluncuran iPhone 4S itu mungkin yang menarik perhatian saya dalam bagian buku ini. Entah itu sudah dipikirkan oleh Steve atau belum, tapi memang kata-kata “iPhone 4S” itu terlihat sangat berarti dalam. Di dalam buku ini dijelaskan maksud dari kata-kata “iPhone 4S” itu berarti “iPhone 4 (for) Steve”. Dan memang benar! Sehari setelah peluncuran resmi iPhone 4S oleh pihak Apple, Steve Jobs meninggal dunia. Setelah selama delapan tahun ia bergelut dengan penyakit kanker pankreasnya. Kematiannya mengundang kesedihan mendalam semua lapisan masyarakat di seluruh dunia. Mulai dari Presiden Amerika Serikat, rekan kerja Steve, saingan bisnis, dan mungkin hingga orang-orang yang hanya sekedar berpendapat “Oh..Apple toh.. Pantesan Mahal..” ikut sedih atas kepergian sang inovator hebat itu. 
Kalimat “Tetaplah Lapar. Tetaplah Bodoh.” yang  dikatakan Steve memang mengandung makna yang sangat dalam. Mungkin secara tidak langsung Steve ingin menyampaikan bahwa untuk meraih sesuatu, kita perlu untuk ber-mindset selalu “Tetap Lapar dan Bodoh”. Coba pikir, apabila kita selalu merasa “Tetap Lapar”, mungkin kita akan selalu terpacu untuk mencari makan. Dan untuk mencari makan itu kita harus membeli dengan menggunakan uang. Uang itu pun harus kita dapatkan dengan cara bekerja keras. Selain itu, apabila kita selalu merasa untuk “Tetap Bodoh” maka kita akan terus terpacu untuk selalu belajar, belajar, dan belajar. Jadi pada intinya, kalimat “Tetaplah Lapar. Tetaplah Bodoh.” itu  merupakan suatu pesan dari sang inovator agar kita terus BEKERJA KERAS dan BELAJAR!

JENIUS!

Walaupun saya bukan pengguna produk Apple, tapi saya tetap mengakui kehebatan dari gadget berlogo apel tergigit itu. Karena saya sering bergelut dengan bidang musik dan grafis, maka saya bisa mengatakan kalau gadget Apple itu memang sangat brilian! Semua kebutuhan manusia bisa ‘diladeni’ dengan hanya menyentuhkan jari pada layarnya. Kreatif dan inovatif! Atau mungkin dengan bahasa lain bisa dikatakan seperti ini: “Apa sih yang gak bisa dilakuin dengan Apple? Bikin musik? Gampang! Bikin video? Gampang! Desain grafis? Gampang! Gimana gak keren tuh?!”. Dan jujur, sampai saat tulisan ini ditulis pun saya masih bermimpi untuk bisa memiliki sebuah gadget keluaran Apple tersebut untuk keperluan bermusik dan berkreasi saya. 

Mungkin itulah beberapa pendapat saya setelah membaca buku ini. Buku ini sangat inspiratif, terutama untuk orang-orang yang ingin maju dan menciptakan sesuatu yang Out Of The Box. Tidak ada yang tidak mungkin dengan gadget Apple.

Terlepas dari gadget-nya, semoga kita semua bisa terus merasa dan berpikir untuk…..
“TETAPLAH LAPAR. TETAPLAH BODOH.”

14/03/2013

Ini Hanya Celoteh!

Lihat ke kanan, orang-orang ber-gadget Android..
Lihat ke kiri, orang-orang ber-gadget Apple..
Lihat ke depan, orang-orang ber-gadget Blackberry..
Lihat ke belakang, orang-orang ber-gadget Windows Mobile..

Sedikit iri memang timbul, seakan terasa ingin meledak dan berteriak "Kenapa saya tidak bisa punya gadget seperti mereka?!" sekeras-kerasnya. Tenang...maksud saya berceloteh di sini bukan karena ingin dikasihani, tapi saya hanya ingin berbagi saja. (Silahkan jika anda menganggap ini sebagai sesuatu yang 'lebih')

Mungkin beberapa di antara mereka itu bisa dengan mudahnya mendapatkan gadget-gadget yang mereka inginkan, dengan cara 'menodongkan' keinginannya ke kedua orangtua mereka. Walaupun ada keinginan untuk bertindak seperti itu, tapi saya masih tau diri. Saya tidak mau semakin mempersulit keadaan ekonomi kedua orangtua saya. Apalagi jika salah satu di antara keduanya sudah mulai tidak sehat lagi. Bukan suatu hal yang pantas untuk 'menodongkan' tangan kepada mereka. Mau ditaruh dimana muka kalian?!

Di lain sisi, banyak orang yang sudah sukses. Dan mereka memang pantas untuk menenteng gadget yang mentereng seperti itu. Ya..saya tau ini semua mungkin tuntutan zaman! Mungkin istilah bahasa kasarnya seperti ini: "Kalo lu gak ngikutin, lu bakal jadi orang yang kuno dan ketinggalan zaman!".

Ah..ingin rasanya memaki diri sendiri (lagi)..

Kenapa saya berada dalam kondisi sulit seperti ini??
Kenapa saya tidak bisa merasakan nikmatnya hidup senang seperti teman-teman di sekitar saya??
Kenapa saya seakan menjadi orang yang tidak bisa lepas dari MASALAH??

Ya..mungkin itu beberapa pertanyaan negatif yang muncul di otak saya saat menulis ini. Tulisan ini bukan keluhan, ini hanya sekedar pengungkapan saya terhadap buah dari panca indera yang saya miliki. Tuhan memberikan saya panca indera, dan saya mempergunakannya, dan inilah hasilnya. Jadi kalau (mungkin) kalian ingin berpikir bahwa saya seorang pengeluh, silahkan.. Itu hak kalian kok! Saya hanya mencoba mengekspresikan apa yang saya rasakan, dan inilah caranya! Hanya lewat tulisan saya bisa menumpahkan semuanya, karena tidak mungkin saya curhat tentang perasaan yang saya rasakan, karena saya merupakan salah satu tipe orang yang paling susah untuk menceritakan perasaannya secara langsung.
(Walaupun secara tidak langsung mungkin saya telah menceritakan semuanya di sini..)

Ah...
Entahlah!
Kata-kata di otak sudah tidak bisa tersinkronisasi lagi dengan sepuluh jari..

Goodnight!

13/03/2013

Kicauan Dini Hari

Dini Hari..
03:32 WIB

Ada yang terlelap..
Ada yang terbangun..
Ada yang akan tidur..
Ada yang sudah bangun..
Ada yang baru pulang ke rumah..
Ada yang sudah bersiap kerja..

Seharusnya memang ini waktunya orang (normal) untuk tidur, atau waktunya orang (taat) untuk beribadah. Mungkin bukan hanya saya yang masih terjaga saat ini. Sulit berpindah ke alam mimpi, pikiran berjalan-jalan ke berbagai penjuru angan. Kalaupun terdengar sok puitis, bukan kehendak saya. Tetapi kehendak satu otak, sepuluh jari yang menggerakkannya, dan juga sepasang mata yang selalu melihat kata demi kata dengan teliti.

Beberapa jam coba menenangkan diri..
Ya! Saya coba meredam (sisa) emosi yang sempat meledak..

Sempat terlintas dalam pikiran saya sebuah jawaban dari Tuhan. Tidak ingin munafik, tidak ingin berbohong. Saya pun manusia seperti kalian. Punya banyak asa yang selalu ingin diwujudkan setiap saat, apabila diberi kesempatan. Tapi mungkin Tuhan sedang berkata "Sekarang belum waktunya, nanti akan tiba saatnya.." kepada saya.

Terkalahkan oleh hantaman emosi itu memang sama dengan hanyut dalam senda gurau setan sang penghuni neraka. Maaf, bukan cuma untuk saya kalimat itu ditulis, tapi juga untuk anda yang sedang larut dalam ajakan sang penghuni neraka itu. Berpikir "coba untuk mengerti?", semua orang akan berkata demikian. Ego mencoba menendang keluar semua emosi. Mencoba melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, mungkin itu bukan suatu jalan keluar. Bukan sok suci atau sok baik, tapi coba telaah dengan nalar dan pola pikir positif, pasti ada benarnya. Kecuali jika anda tetap mengutamakan negativitas dalam pola berpikir anda, sampai kapanpun segala sesuatu akan dicemooh dan tidak dianggap positivisme-nya.

Rumit memang untuk menelaahnya. Jangan coba dimengerti, cobalah untuk dirasakan. Putar pandangan 180 derajat. Semua orang pun akan berkata demikian lagi. Imajinasi, egoisme, pola pikir, dan sikap. Semuanya sulit untuk dimengerti. Satu merasa selalu di bawah, satu merasa selalu ingin di atas. Siapa? Mungkin seharusnya kedua sisi itu berlawanan: satu air, dan satu api. Terdengar sok bijak? Inilah namanya Celoteh Bocah Gila, terkadang positif, terkadang negatif. Semua mungkin berpikir sama, berpikir negatif tentang hal positif, ataupun bersikap positif tentang hal negatif.

Emosi memainkan peran utama dalam kisah pengambilan sikap?
Coba pikirkan apa yang terjadi..
Mungkin semua orang akan berpikir "Biarin aja.. Sikap dan perasaan gua ini.. Kenapa lu yang ribet??" satu sama lain. Langkah awal seharusnya adalah berpikir positif! Bukan hanya berpikir negatif seperti itu. Sekali lagi, bukan cuma untuk saya kalimat itu ditulis, tapi juga untuk anda yang sedang larut dalam ajakan sang penghuni neraka itu.

Entah sudah absurd dan abstrak sepuluh jari ini untuk menulis. Mata dan otak mulai berkurang kemampuannya.
Selamat dini hari..

Absurd bin Abstrak

22:07 WIB

Dari tadi tulis-delete-tulis-delete terus, masih bingung mau nulis apa. Banyak hal di pikiran yang pengen gua tumpahin di sini, cuma gak mungkin. Karena ini konsumsi publik, sedangkan yang di pikiran gua semuanya gak perlu diketahui oleh banyak orang. Gak perlu mengumbar emosi karena egoisme sendiri, cuma kalo sesekali sih gak apa-apa.

Hmm..apa yang harus gua tulis sekarang? Gak ada yang menarik hari ini, di luar hal pribadi gua tentunya. Cuma agak sedikit lemes aja sekarang. Basah kuyup di motor karena keujanan di perjalanan pulang tadi. Sebenernya hal biasa sih buat para pengendara motor, cuma entah kenapa terkadang gua suka merasa emosi sendiri karena keadaan yang kaya gitu. Ah..sudahlah.. Gak perlu dipikirin..

Absurd..
Abstrak..
Gak ngerti mau ngapain sekarang..
Gak mungkin ceritain masalah gua di sini, cuma pengen, cuma gak mungkin juga..
Aaaarrgghhhh...!! Gimana ini???
(ya..labil mode: ON)

Di kamar sendirian jam segini. Coba tenangin emosi, walaupun itu susah buat gua karena gua bisa dibilang tipe orang yang emosional. Tarik nafas dalam-dalam..terus coba buat atur nafas.. Dan sesekali coba minum air putih (yang konon katanya bisa tenangin emosi seseorang..).

Damn! Kenapa jadi kaya orang bego gini? Ngeliatin layar laptop. Pikiran kosong. Emosi kerasa pengen meledak. Bakar rokok lagi. Dan bengong gak jelas mau ngapain. Yang ada cuma ngoceh lewat tulisan ini aja. Gak penting kan??

Bukan waktu dan mood yang pas buat nulis nih..
Bye..

10/03/2013

Rumah Sakit atau Rumah Duit Pasien???

Baru-baru ini abis nonton berita yang bisa dibilang cukup ironis.
Seorang anak yang sakit harus meninggal karena perawatannya ditolak oleh empat Rumah Sakit di Jakarta. Ya! EMPAT RUMAH SAKIT!

Konyol..
Gila..
Tolol..
Bangsat..
Anjing..
Mata Duitan..
Dan mungkin masih banyak cacian dan makian yang bakal kalian ungkapkan kalo salah satu anggota keluarga kalian mengalami hal serupa kaya gini.

Entah apa yang ada di pikiran management para Rumah Sakit (RS) tersebut (Gak mau tulis nama RS-nya ah, takut ntar tulisan gua ini dijadiin kasus sama pihak RS yang kesinggung..). Sebenernya pertanyaan penting yang harus ditanyakan ke pihak RS tuh mungkin kaya gini, "Tujuan didirikan RS itu apa sih? Menolong dan menyembuhkan orang sakitkah? Atau hanya untuk mencari uang dari orang sakit?".

Kekonyolan, kebodohan, ketololan, dan banyak kata lain lagi yang mungkin bisa dituliskan untuk mengungkapkan 'keanehan' di negeri ini. Nyawa yang harus dibayar oleh orang-orang gak bersalah, yang hanya jadi korban sadisnya keadaan. Hilangnya waktu orang-orang bersalah ringan, yang kalah dengan orang-orang (berduit) bersalah besar. Konyol kan?

Balik lagi ke bahasan utama..
Gak habis pikir aja gua sih.. Kok bisa segitunya RS menolak orang yang sakit parah untuk berobat hanya karena melihat faktor UANG. Ya! Lagi-lagi Uang! Uang bisa ngebeli segalanya? Bahkan sampe nyawa sekalipun? Kacau emang orang-orang kaya gitu. Tolol! Semoga mereka mendapat balasan yang setimpal atas kebodohan yang mereka perbuat, apalagi kalo sampe bikin nyawa orang hilang hanya gara-gara uang. Bahkan seharusnya orang-orang yang kesusahan itu mendapat prioritas yang utama, karena nyawa mereka sedang berada di ujung tanduk. Tapi kenapa malah mengutamakan orang yang punya uang lebih?

Mungkin emang tulisan gua ini hanya penilaian dari satu sudut pandang aja, tapi kalo dilihat secara umum juga masyarakat bisa lebih menilai mana yang lebih bener (kecuali kalo orang itu gak punya perasaan). Bayangin aja, orang udah sakit parah, butuh pertolongan cepet, tapi ini malah harus diminta untuk pindah ke RS lain. Dengan alibi apa??? PENUH! Ya! Alibi klasik, konyol, dan tolol yang bisa dilontarkan oleh segelintir pihak management yang 'gila uang'. Orang sakit parah kok malah dipersulit? Apa bukan tolol itu namanya? Apa mereka gak mikir "Gimana kalo keluarga gua yang kaya gitu?", atau "Gimana kalo gua yang jadi orang sakit itu?". Entahlah alibi "penuh" itu realitas atau fiktif, tapi yang jelas seharusnya mereka (baca: pihak management 'anjing' yang haus duit) bisa lebih berperikemanusiaan sedikitlah. Kesampingkanlah dulu urusan uang, apalagi kalo orang sakit ini udah jelas punya tanda keringanan untuk perawatan kesehatan mereka. Siapa yang harus disalahkan kalo orang sakit itu udah meninggal? Pihak RS? Mana mau mereka disalahkan! (Anjing lu emang RS yang kelakuannya kaya gini!).

Semoga Tuhan membalas kejahatan orang-orang yang tega ngebiarin orang lain meninggal..
Semoga Tuhan mengampuni segala kesalahan orang-orang yang kesusahan..
AMIINN...




*maaf kalo banyak kata-kata kasar di tulisan ini, itu cuma ungkapan emosi aja kok..*

05/03/2013

Review Buku: TAK SEMPURNA (Fahd Djibran - Bondan&Fade2Black)


TAK SEMPURNA by: Fahd Djibran - Bondan&Fade2Black

Sebenernya tulisan bukan promosi atau apa sih, cuma sekedar sharing isi dari buku ini yang baru gua baca kemarin siang. Bukan bermaksud lebay atau gimana, tapi emang gua akuin buku ini keren! Walaupun pada halaman-halaman pertama gua bingung tentang isi buku ini, tapi pas udah sampe pertengahan malah ketagihan bacanya, gokil! Belom lagi beberapa lirik lagu dari Bondan&Fade2Black yang dimasukin di buku ini, kayanya terkesan pas banget sama kejadian yang lagi berlangsung di jalan ceritanya. Langsung aja deh gua ceritain garis besarnya aja, jadi kalo mau detail ya baca aja bukunya.. Hehehe.. :D

Ceritanya sih ada seorang anak cowok bernama Rama, dia salah satu murid di SMA Lazuardi (Lazard). Nah..ceritanya tuh murid-murid di sekolah ini hobinya tawuran sama musuh bebuyutannya yaitu SMA Citra Bangsa (Chibanx). Disitu sih diceritain kalo tawuran mereka itu udah tradisi sejak dari entah kapan, yang jelas mereka gak bakal pernah akur katanya.

Di bagian awal ada kejadian yang sempet bikin gua sedikit sedih juga bacanya, yaitu pada waktu salah seorang temen Rama, namanya Andri Nugraha (yg disingkat AN), tewas dalem sebuah tawuran itu. Dia tewas karena berusaha buat nyelametin temen 'seperjuangannya' yang bernama Bram. Kejadian tewasnya agak sadis juga sih kalo dibayangin. Gimana gak sadis? Abis ketangkep sama 'pasukan' musuh, dikeroyok abis-abisan, terus dihajar pake balok kayu, pecahan botol, sabuk, dan yang bikin di tewas sih kalo gak salah kepalanya digeprek pake potongan beton (sadis kan tuh??). AN tewas dalem perjalanan ke Rumah Sakit. Dan yang paling menyedihkannya lagi waktu ada kejadian si pacarnya yang nangisin 'kepergian' AN di Rumah Sakit (kebayang gak gimana kalo pacar kalian tewas konyol berdarah-darah karena tawuran??).Yaahh..pokoknya setelah itu anak-anak Lazuardi berniat bales dendam, gitu deh intinya. Cuma ada sedikit yang menarik perhatian gua, kenapa inisial temen Rama itu sama dengan inisial salah satu personil Fade2Black yang udah meninggal dulu? Apa kejadian ini merupakan kejadian nyata yang cuma diganti nama pemerannya??

Oke.. Lanjut..
Setelah itu sih SMA Lazuardi bikin rencana buat serangan bales dendam ke sekolah musuhnya. Dan akhirnya mereka pun tawuran lagi. Kali ini sih bisa gua bilang lebih kacau nih kejadiannya. Pokoknya itu kedua sekolah 'perang' di jalan tempat biasa mereka 'perang', tapi kali ini 'pasukannya' lebih banyak, jadi kayanya chaos banget ini kejadiannya. Gak lama setelah itu polisi dateng buat ngebubarin tawurannya, anak-anak SMA bodoh itu pun akhirnya pada lari kocar-kacir denger tembakan dari polisi. Tapi ada satu kejadian sial disini. Rama lari ke tempat yang jauh dari temen-temennya, saat itu pula dia ngerasa kakinya udah lemes banget buat lari, dan akhirnya dia pun pingsan.....BLACK OUT!

Scene selanjutnya sih di Rumah Sakit, dan menurut gua ini bisa jadi scene paling emosional kalo buku ini difilmkan. (Mau bertele-tele apa langsung nih diceritainnya?? Langsung aja kali yah??) Pokoknya intinya Rama kehilangan kaki kirinya di scene ini, karena kakinya harus diamputasi. Kalo kalian nanya kenapa kaki dia diamputasi? Jawabannya karena setelah dia black out itu ternyata kakinya kelindes mobil sedan yang lagi kenceng lewat, dan Rama terpental beberapa meter jauhnya. Di Rumah Sakit inilah Rama baru ngerasa sadar, bersalah, dan sekaligus menyesal seabis-abisnya. Dan di sini juga kedua orangtua Rama yang bercerai itu bertemu.

(Gimana kelanjutannya? Baca sendiri ah..)





Menurut penilaian subyektif gua, buku ini jangan dibaca dengan menggunakan sisi negatif dari persepsi kalian terhadap sesuatu, karena nanti kalian bakal berpikir buat males sekolah (terutama buat anak-anak SMA nih..), tapi kalian harus baca ini dengan pemahaman positif yang nantinya bisa kalian pake untuk memotivasi diri kalian sendiri. Karena menurut gua, buku ini berisi kritik-kritik yang sangat pedes buat guru, oknum sekolah, murid, bahkan sampe sistem pendidikan di Indonesia. Secara gak langsung di dalem buku ini ditulis gimana perilaku negatif para guru dan murid, yang bisa bikin kita tau gimana bobroknya moral para oknum dan pelaku pendidikan.

Selain itu, di buku ini juga diceritakan gimana cara kita buat lebih ngehargain jerih payah dan kerja keras orangtua yang udah mati-matian sekolahin anaknya (walaupun mereka gak tau apa yang udah dilakuin anaknya di sekolah). Lalu keadaan tentang anak-anak yang broken home, yang otomatis udah pasti jadi pengaruh besar buat anak itu sendiri di lingkungan pergaulannya. Busuknya kelakuan para orangtua yang gak memperhatikan anaknya juga terpapar jelas di buku ini. Saat para anak membutuhkan perhatian penuh dari orangtua, tapi mereka malah asik dengan kehidupannya sendiri. Kekerasan dalam rumah tangga dan perselingkuhan pun digambarkan jelas disini. Mungkin inilah pesan yang coba disampaikan oleh penulisnya. Alhasil pelarian para anak broken home itu pun bermacam-macam, ada yang terjun ke dunia narkoba, seks bebas, dan mungkin yang paling parahnya ialah menjadi sosok anak yang bermental pembunuh.

Gak munafik sih.. Dunia SMA itu emang saatnya dimana kita kenal yang namanya video bokep, clubbing, ganja, minuman keras, dan lain sebagainya. Tapi ya itu tadi..semuanya balik ke pribadi masing-masing lagi. Kalo kita bisa kontrol diri kita sendiri, kita pun gak bakal ikutan 'jatuh' ke hal-hal negatif kaya gitu. Seperti yang dialami Rama di buku ini. Dia harus kehilangan kaki kirinya karena ketololannya sendiri, yaitu ikut-ikutan tawuran. Tapi dia hebat. Dia bisa memotivasi dirinya sendiri untuk berhenti dari hal-hal negatif itu. Dia akhirnya mungkin lebih memilih dibilang "banci" daripada harus kehilangan nyawa seperti temannya.

So..
Kita harus tetap bisa ngejaga diri kita dari hal-hal negatif, walaupun keadaan yang kita alami saat ini bisa dikatakan TAK SEMPURNA!
:)

28/02/2013

Orangtua...



Kali ini gua bakal ngebahas tentang orangtua (yah..lagi-lagi orangtua..)
Kita semua tau kalo semua perintah orangtua itu harus dipatuhi, karena ada istilah kalo "orangtua itu ibarat Tuhan di dunia.." gitu yang pernah gua denger waktu kecil. Terlepas itu bener atau salah, ya gua tetep berusaha selalu patuhin semua yang mereka bilang ke gua.

Apapun yang mereka perintahkan ke gua, selalu coba buat gua patuhin (walaupun terkadang ini bikin gua jadi dibilang "anak mami" sama temen-temen gua..). Apapun yang mereka larang, selalu coba buat gua hindarin (walaupun terkadang masih suka gua langgar..). Tapi jujur, kadang gua sering ngerasa "kenapa sih kok kayanya gak adil?" atau "kenapa sih kok kayanya kita gak bisa bebas ngelakuin apa yang kita pengen?". Kalian juga pasti pernah kan ngerasa kaya gitu? Jujur aja sama diri kalian sendiri.. :D


Pernah dibilang "anak mami" sama temen-temen karena terlalu nurut sama orangtua?
Pernah dibilang "gak asik" sama temen-temen karena terlalu patuh sama orangtua?

Jawaban gua buat kedua pertanyaan di atas: PERNAH dan SERING!
Entah ini siapa yang salah. Temen-temen gua yang gak sayang orangtua, atau orangtua gua yang terlalu lebay dalam merhatiin gua. Dan sebenernya gua cuma coba buat ngelakuin yang terbaik aja kok, gak lebih..
Kalo menurut kalian siapa yang salah?

Ah..bingung sendiri sama jalan pemikiran gua. Kadang merasa salah waktu ngelanggar larangan orangtua, tapi kadang ngerasa "ngapain sih ribet banget? toh yang ngejalanin kan aku sendiri!" kaya gitu. Coba kalo kalian yang berada di posisi kaya gua gini. Kalian sebagai anak WAJIB untuk matuhin perintah orangtua, tapi di satu sisi lingkungan kalian bakal mencemooh dan ngeledekin karena sikap kalian yang terlalu "anak mami" gitu. Beberapa orang menganggap kalo "gak patuhin perintah orangtua" itu keren, tapi mungkin di sisi lain banyak orang yang berpikiran sebaliknya, yaitu "patuh sama orangtua itu lebih keren".

Cuma ya itu.. Kadang kita merasa risih kalo orangtua berulang kali untuk mengingatkan kita. Walaupun itu maksudnya baik banget, tapi entah kenapa gua agak kurang suka kalo diingetin berulang kali. Hmm..mungkin ngerasa 'jenuh' juga kali ya. Gimana gak jenuh? Umur udah 25 tahun gini, tapi masih ngerasa kaya dianggap anak kecil? Kalo gua lihat dari sudut pandang gua sih bukan gua yang "masih anak kecil", tapi keadaan kaya gini yang bikin gua ngerasa "dijadiin anak kecil" sama orangtua.

Maaf..bukan bermaksud menjelek-jelekkan orangtua gua, tulisan ini cuma sekedar sharing aja sama apa yang gua rasain tiap "diperlakuin kaya bocah" gini..


Yasudahlah (kalo kata Bondan&Fade2Black..) mau gimana lagi. Status gua masih jadi anak mereka, dan gua mau gak mau harus selalu patuhin apa yang mereka perintahin ke gua. Suka gak suka juga gua harus tetep jalanin kaya gini, karena gua istilahnya masih 'numpang' sama mereka. Dan emang jadi kewajiban juga sih buat nurut sama mereka. Gak berharap apa-apa, cuma berharap orangtua gua panjang umur, sehat selalu, dikasih rejeki yang halal dan berkah, dan yang pasti ngerasa bangga punya anak cowok yang ngeselin kaya gua ini..

Goodnight!
I LOVE YOU MOM & DAD! 
:')

25/02/2013

Ketika Desain Dianggap "Ya..Cuma Gitu Doang.."




DESAIN.

Apa yang terpikir di otak kalian waktu baca kata itu?
Cuma sebuah ilustrasi? Gambar-gambar? Warna-warni?
Atau kalian berpikir itu adalah hasil karya yang berasal dari sebuah IDE, dan hanya bisa dinilai lewat kepuasan?

Maaf sebelumnya, kenapa kata "ide" itu gua kapital-kan? Karena menurut gua, ide itu juga sesuatu yang harus dihargai, harus diperhitungkan, dan harus dinilai. Bukan cuma sekedar "ah..gitu doang kok!" gitu aja. Intermezzo aja ini sih.. Hehehe..

Kalo dari pertanyaan-pertanyaan di atas, gua bakal jawab kalo GUA MELIHAT DESAIN ITU SEBAGAI SESUATU YANG PENTING, baik itu buat personal, ataupun corporate. Kenapa gua berpikir demikian? Ibaratnya gini.. Ada seorang wanita (gua mengumpamakan wanita, karena wanita itu mewakili simbol keindahan), dia sebenernya cantik, tapi dia gak bisa dandan, dan juga gak bisa berpakaian yang cocok untuk dirinya. Gimana menurut pendapat kalian? Kalo gua sih pasti bakal ngeliat wanita itu biasa aja (walaupun sebenernya cantik), karena dia gak bisa 'mengeluarkan' kecantikannya.

Begitu juga dengan desain, coy! Coba bayangin kalo ada perusahaan besar, keren, terkenal di negaranya. Tapi perusahaan itu gak ngerti & gak tau cara untuk menggambarkan kebesaran/kekerenan dirinya. Apa iya perusahaan itu bakal dilirik orang? BELUM TENTU! Bandingkan dengan sebuah perusahaan kecil yang bisa mengekspresikan dirinya biar terlihat keren. Orang-orang pasti akan memilih perusahaan ini. Kenapa? Karena image perusahaan itu biasanya dilihat dari "pandangan pertama" di mata masyarakat.

Sebenernya secara gak sadar mungkin kita pernah nyeletuk "Katanya perusahaan besar? Masa bentuk kalendernya begini?", atau mungkin "Katanya bank terkenal? Tapi kok brosurnya kaya gini sih?". Emang itu sih cuma kelihatan sekilas. Tapi buat orang yang peka dengan "kepuasan batin" bakal menganggap itu bukan masalah biasa. Kalian mau perusahaan tempat kalian bekerja dapet celetukan kaya gitu dari masyarakat???
Jawabannya balik ke kalian sendiri.

Jadi..
Jangan pernah menganggap desain itu "Ya..cuma gitu doang.." lagi yah..

24/02/2013

Tua Sama Dengan Kolot

Entah kenapa pemikiran orangtua itu terkadang gak sesuai sama yang kita mau..
Entah kenapa terkadang orangtua itu seakan tau sama apa yang bakal terjadi ke kita..
Entah kenapa terkadang pendapat anak sering dianggap 'sok tau' sama mereka..

Ya..namanya juga orangtua, pasti pengen yang terbaik buat anaknya. Tapi kenapa mereka seolah-olah gak ngerti sama keinginan anak? Mungkin ini pemikiran idealis seorang anak yang merasa 'terkekang' karena kemauan orangtuanya.
Gua tau, emang gak baik buat ngomongin mereka. Tapi gua cuma pengen sekedar sharing sama apa yang gua rasain aja, dan gua yakin gak cuma gua doang yang ngerasa kaya gini. Karena mungkin (mungkin nih yah..) masih banyak anak di luar sana yang 'gak betah' sama perlakuan orangtua mereka.

Mereka sebenernya baik, baik banget malah kalo gua bilang. Mereka membebaskan gua untuk melakukan apapun yang gua suka (selama itu positif loh..), asal GAK LUPA SHOLAT. Itu aja intinya. Mereka gak terlalu 'mengikat' gua dengan peraturan "gak boleh ini" atau "gak boleh itu", cuma asal gua tetep pegang teguh iman gua. Tapi ya itu..balik lagi ke pemikiran awal gua, inti masalahnya disitu. Gua selalu ngerasa 'gak betah' sama perlakuan mereka, entah gua yg terlalu egois, atau mereka yang terlalu idealis, gak tau deh..




19/02/2013

Meracau di Sore Hari..

Hmm..
Lagi-lagi keluar perasaan 'ngiri' itu..
Entah kenapa.. Dan gak mau nyalahin siapa-siapa juga..
I just wanna tell what I've felt..

I don't know why, tiap kali ngeliat orang-orang di sekitar gua memiliki sesuatu yang baru, hal-hal kaya gitu langsung bikin gua jadi ngerasa "Ya ampun..sedih banget gua sampe kaya gitu aja gak bisa punya..". Walaupun gua tau itu sebenernya gak boleh, tapi ya mau gimana lagi. Udah dari sananya gua kaya gini. Dan kejadian-kejadian kaya gitulah yang kadang langsung ngebuat gua ngerasa kalo gua tuh gak mampu. Bukannya malah menambah motivasi gua sendiri, tapi malah bikin gua jadi nge-down sendiri.

Yang pasti gua lakuin sih cuma tenangin diri sendiri, dan terkadang bilang "Tenang Ca..nanti pas ada rejekinya juga lu bakal bisa punya kok..", terdengar agak weird sih emang.. Cuma gua gak tau deh, yang ngerasa kaya gini tuh gua doang, atau ada orang-orang di luar sana yang ngerasa kaya gini juga, who knows?

Kadang miris juga kalo perhatiin keadaan diri sendiri sekarang, tapi gak mungkin juga gua bermiris-mirisan terus, kalo gitu kapan gua bisa semangat cari rejekinya? Yoi gak?
Hahaha..terlihat seperti orang gila gak sih kalo gini? Tapi ya biarinlah, blog-blog gua, tulisan-tulisan gua, kenapa gua harus ngeribetin apa kata orang? Yang penting gua bisa bebas berkata-kata di sini..
:)

18/02/2013

No Work = No Money

USAHA!!!

Satu kata itu lagi terus kebayang di pikiran gua beberapa hari belakangan ini. Gimana enggak? Kalo bukan dari usaha itu, dari mana gua bisa dapet penghasilan? Apply ke perusaahaan udah berkali-kali, tapi gak ada yang nyangkut satupun. Emang gak jodoh kali gua jadi pekerja kantoran. Jadi mau gak mau ya gua harus usaha, walaupun itu dengan cara buka lapak di pinggir jalan sekalipun. Tapi gak apa-apa, yang penting halal! Daripada cuma jadi anak cowo yang gak ngelakuin apa-apa, mending juga dagang. Toh yang dijual barang halal ini, yaitu kue.

Ya emang gak gede sih yang didapet, cuma ya namanya juga usaha, lama-lama pasti keliatan gede. Yang jelas pendapatan per bulan sih bisa lebih dari pendapatan seorang teller bank! Gak percaya? MISALKAN gini nih itungannya:

Keuntungan bersih hasil penjualan 1 box = Rp. 5.000,-

Workdays dalam 1 bulan = 20 hari
Penjualan per hari Workdays = rata-rata 30 box
Keuntungan penjualan Workdays: (5.000 x 30) x 20 = 3.000.000

Weekends dalam 1 bulan = 2 hari (sabtu-minggu) x 4 minggu = 8 hari
Penjualan per hari Weekends = rata-rata 40 box
Keuntungan penjualan Weekend: (5.000 x 40) x 8 = 1.600.000

Keuntungan per bulan:

3.000.000 + 1.600.000 = 4.600.000,-

Liat sendiri kan? Gaji seorang teller bank aja berapa sih? Dia harus kerja dari jam 8 pagi sampe jam 5 sore, sedangkan jualan kue itu cuma cukup nungguin dagangan dari jam 9 pagi sampe jam 1 siang! See the different??


15/02/2013

Memorandum Of Understressing


Yah..harusnya sih Memorandum Of Understanding, ngerti kok gua.. :D

Semalam baru aja ada kejadian yang sangat-sangat membuang tenaga, biaya, dan waktu secara percuma. Dan masih kebawa keselnya sampe gua tulis ini.

Jadi gini cerita singkatnya...
TITIKREASI (kalo yang gak tau TITIKREASI berarti culun!) kan bikin kerjasama desain sama salah satu Yearbook Organizer di Jakarta. Terus ceritanya gua ditemenin temen gua itu mau bikin sebuah perjanjian di atas kertas, atau mungkin kita lebih kenal bahasa "eM-O-yU" itu. Bikinlah gua MOU itu beberapa minggu yang lalu.

Setelah ngelewatin beberapa proses dan pengunduran, maka akhirnya ditetapkanlah tanggal untuk tanda tangan MOU itu, yaitu kemarin malem. (tanggal berapa tuh berarti? itung sendiri ah..)
Tapi tiga hari sebelumnya, Yearbook Organizer itu minta gua buat ngirim MOU itu via email dulu (dan gua ngerti itu pasti untuk dipelajari sebelum ditandatangani..). Gua kirimlah MOU itu lewat email disertai dengan pengantar yang kurang-lebih-lebih-kurang-kurangilah gini:

"Ini gua kirim MOU yang udah gua bikin. Kalo emang ada yang mau direvisi langsung aja kabarin ke Eca via SMS (0857 XXX XX XXX). Terima Kasih. Best Regards, TITIKREASI Creative House."

Orang awam juga pasti bisa ngerti apa yang gua maksud di pengantar di atas, ya kan? Ya gitulah.. Gak usah diajarin juga pasti ngerti kok.

Balik lagi ke cerita gua semalem..
Jadi ceritanya gua udah janjian sama orang Yearbook Organizer itu untuk tanda tangan MOU, dan kami udah deal hari Kamis untuk metode pembayaran & penyicilan & bla..blaa..blaaa..itu. Akhirnya gua samperinlah ke tempat mereka, dengan asumsi di pikiran gini: ini udah gak ada lagi revisi-revisi atau apapun itu.
Eh..tapi singkat cerita, ternyata mereka minta supaya ditambahin blaa..blaa..blaa...
(gile aje lu..kemaren gak ada kabar mau revisi, tapi giliran gua samperin dari Bogor ke Ragunan, malah gak jadi buat tanda tangan, mala minta revisi lagi... Kacrut ah!)

Udah ah ceritanye, emosi gua..

10/02/2013

Kamis, 7 Februari 2013 00:20


Problem that never stop!

Ya..mungkin kalimat itu yg tepat buat ngegambarin apa yang selama ini gua rasain. Sedikit ‘lebih’ sih emang, cuma ya gitu kenyataannya. Keadaan serba susah semuanya, terutama perekonomian keluarga yang lagi bener-bener ada di bawah roda. Jam segini yang harusnya gua udah harus tidur, tapi gua masih harus mikir gimana caranya buat bantu perekonomian keluarga. Ah! Kalo bisa dibilang sih mungkin sekarang saatnya gua pengen teriak sekenceng-kencengnya buat ngelepasin stres gua. Tapi itu gak bakal ngeberesin masalah juga sih!

Susah emang jadi pekerja serabutan..
Anjing! Rasanya pengen maki-maki diri gua sendiri nih!
Di saat keluarga butuh bantuan gua, tapi gak ada yg bisa gua lakuin. Semua usaha, kerja, udah gua rasa cukup banyak. Tapi kenapa keadaan gak membaik gini sih?! Sial..

Contoh kecilnya gini deh..
Jujur gua pengen banget punya handphone bagus, atau setidaknya gak cuma bisa SMS & telpon doang nih handphone. Tapi apa daya??? Pemasukan gak ada. Uang simpenan gak seberapa, itu juga gua sengaja tabung buat masa depan gua. Di saat keadaan sekitar lu ‘menuntut’ untuk lebih, tapi di waktu yang sama juga lu lagi kesusahan di segala hal. Gimana tuh kerasanya??? Kesel, sedih, butuh motivasi, down, ngerasa muak sama cobaan, ditambah lagi hal-hal lain yang bisa aja tiba-tiba kejadian di luar kendali kita. Abis dah gua nih..

--lanjut nulis lagi jam 23:01, karena semalem ketiduran depan laptop--

Temen-temen pada pake gadget canggih, sedangkan gua??? Handphone juga cuma bisa dipake SMS & telpon doang. Beli pulsa pun harus ngutang dulu. Di sisi lain pengen banget (kaya bahasa anak jaman sekarang tuh..) buat beli handphone, tapi di sisi lain harus hemat pengeluaran sehemat-hematnya buat modal nikah. APAAA??? MODAL NIKAH???? Ya! Modal nikah, bener kok, gak salah gua nulis itu. Gua emang udah harus mulai mikir kesana, kenapa? Karena di umur gua sekarang ini udah bukan saatnya lagi bergantung sama kedua orangtua. Karena di umur sekarang udah saatnya gua untuk memulai suatu hidup yang baru. Kalo kata orang “emang gak kecepetan tuh lu nikah umur segitu?”, gua bakal ‘masa bodo amat’ sama kata orang. Yang ngejalanin hidup gua sendiri, kenapa harus ngikutin kata orang? Yoi gak tuh?

Jujur gua akuin kalo gua itu masih terlalu childish untuk laki-laki seumuran gua. Duit jajan kadang masih minta orangtua (walaupun itu cuma kadang-kadang kalo lagi kepepet banget di dompet udah gak ada uang sama sekali), emosi kadang-kadang masih susah dikontrol (ini yang bahaya buat gua), masih belom bisa ngatur waktu dan pengeluaran, belom lagi hal lain yang bikin gua susah untuk ngejalanin semua masalah. Tapi sebenernya gua sekarang ini lagi coba buat belajar untuk lebih dewasa lagi. Cuma ya namanya setan itu kadang ada aja cara ganggunya. Entah itu dari dalem diri gua sendiri, ataupun dari lingkungan sekitar gua.

Sekarang-sekarang sih gua lagi coba buat terapin cara berpikir positif. Gua lakuin itu supaya gua selalu termotivasi dalem ngadepin masalah-masalah yang gua dapet. Oh iya! Satu lagi sih sebenernya kebiasaan jelek yang masih susah banget buat gua ubah, yaitu SUSAH BANGET BUAT SHOLAT! Kampret emang nih gangguan setan. Dia emang bisa banget buat ‘nyerang’ gua dengan gangguan-gangguannya. Dalem hati kecil gua sih sebenernya pengen banget (lagi-lagi bahasa ABG ini keluar, tapi gak apa-apa lah..) gua bisa rajin sholat kaya bokap! Ya! Bokap itu udah gua anggep CONTOH IMAM YANG PALING MANTEP yang pernah gua temuin. Dia rajin banget buat ke mesjid tiap sholat. Dia juga rajin banget sholat sunatnya. Bukan maksud gua untuk nyombong, tapi emang kenyataannya gitu. Sholat rajin, kerja kerasnya mantep, gimana gak ajib tuh bokap gua? Gitu juga dengan nyokap. Walaupun nyokap gua ini bawelnya minta ampun, tapi dia orang yang paling sabar dan tawakal dalem ngadepin semua masalah keluarga yang lagi dialamin sekarang (anjrit..jadi pengen nangis gua nulis ini..). Bahkan bisa dibilang kalo kaya tagline iklan nih “apapun masalahnya, nyokap gua solusinya!” gitu lah pokoknya. Nyokap gua itu emang tingkat kesabarannya 1000x lipat dibanding orang lain. Dia selalu tawakal buat minta solusi sama Allah tiap ngadepin masalah. Cuma emang dasar anak-anaknya aja yang suka gak tau diri (ya, gua akuin itu kok..), mereka masih suka gak dengerin nasehat-nasehat nyokap, termasuk gua.

Oke, itu sekilas tentang kedua orangtua gua. Sekarang balik lagi ke permasalahan yang lagi gua hadepin. Hmmm..sebenernya sih udah gua jelasin panjang lebar di atas tadi. Inti permasalahan yang lagi gua hadepin itu cuma satu sekarang, yaitu UANG! Atau bahasa halusnya kita sebut dengan rejeki deh. Entah kenapa kok kayanya keluarga gua ini sekarang lagi diuji dengan permasalahan perekonomian. Kadang gua suka ngerasa iri sama orang-orang sekitar gua yang gak kesulitan ekonomi. Mereka gak perlu mikirin gimana cara bayar tagihan, mereka gak perlu mikir gimana cara bayar cicilan, mereka gak perlu gimana cara bayar utang, mereka gak perlu mikir gimana cara nagih uang mereka yang ada di orang, bahkan mereka pun gak perlu susah mikir gimana cara buat beli mobil atau gadget mahal sekalipun. Ya..bisa dibilang bahasa kasarnya sih sekarang keluarga gua lagi miskin!

Astaghfirullah..bukan maksud gua untuk maki-maki keluarga sendiri, tapi emang kenyataannya kaya gitu. BPKB mobil ‘disekolahin’, BPKB motor juga ‘disekolahin’, rumah udah dijadiin jaminan, duit keluarga ada di orang, lengkap sudah! Pengen rasanya maki-maki keadaan ini, cuma apa hasilnya, yang ada nambah dosa dan capek sendiri. Emang harusnya sih ‘ngadu’ sama Allah nih. Siapa lagi yang bisa nolong selain Dia? Gak mungkin ada orang yang mau dengan ikhlasnya ngasih duit buat ngelunasin semua tagihan dan cicilan itu. Damn! Bisa gila nih kalo gua gak sabar ngadepin ini semua. Ya! Gua harus selalu coba buat sabar, ikhlas, dan tabah ngadepin semua cobaan ini. Karena gua yakin nanti Allah pasti nunjukin sesuatu yang lebih baik buat keluarga gua. Gua yakin Allah pasti ngasih rejeki buat mama-papa untuk ngelewatin ini semua. Gua yakin Allah sayang sama keluarga gua. Gua yakin Allah gak bakal ngebiarin keluarga ini hidup dalem kesulitan terus-terusan. Gua yakin Allah pasti ngasih rejeki buat keluarga ini, rejeki yang halal dan berkah! Amiinn..

Entah gua bingung mau nulis apalagi ini disini. Masih banyak banget yang pengen gua ungkapin sebenernya. Di dalem otak gua ini masih banyak yang pengen gua tumpahin ke tulisan ini. Tapi gua harus istirahat. Gua besok harus bangun pagi buat sholat Subuh. Gua besok harus cari uang. Gak mau tau gimana caranya (tetep positif kok, tenang aja..) gua harus dapet uang besok!

Selamat tidur para pembaca..
Semoga Allah kasih jalan yang terbaik buat kita semua..
Amiinn..

04/02/2013

Konsumtif = Boros




Hollaaaa...
Setelah sekian lama gak update blog, akhirnya bisa update blog lagi..
Maklum, lagi susah koneksi internet, jadi gak update deh ini blog..
(maafkan aku wahai blog-ku..)

Hmm..kita bahas apa ya?
Sekarang-sekarang sih mungkin lagi kepikiran satu kalimat, yaitu: PRODUKTIF lebih baik dari KONSUMTIF!

Kalo secara garis besar sih udah jelaslah..
(ciee..sok asik lagi bahasanya..)
Produktif itu intinya menghasilkan, kalo konsumtif itu intinya menghabiskan. Jadi LEBIH BAIK MANA??
Orang berakal sehat dan berpikiran positif juga pasti bisa mikirlah yaa..
Contohnya gini...
(jeenngg...jeeennnggg..)
Kalo misalkan kita punya uang seratus ribu, terus ada barang seharga seratus ribu yg cuma dapet satu biji dan cuma bisa dipake dan gak menghasilkan apa-apa.. Terus ada lagi barang seharga seratus ribu yang lain, tapi barang ini bisa di-bisnis-in buat dapetin keuntungan yang lebih dari seratus ribu nantinya. PILIH MANA???

Coba pikir...

Kalo cuma ngejar seneng-seneng atau gengsi atau penampilan atau biar bisa dibilang cantik/ganteng sih ya silahkan aja, cuma apa untungnya? Tujuannya apa? LEBIH BAIK kan seratus ribu itu ditabung untuk keperluan yang lebih penting, atau bisa juga dipake buat barang-barang yang dirasa LEBIH BERGUNA. Mungkin ada beberapa orang yang bakal berpikir kalo tulisan gua ini munafik, atau mungkin pencitraan, atau mungkin sok bijak. Tapi kalo dipikir pake akal sehat yang positif, tanya ke orang-orang deh siapa yang bener? Hehehe..

Jadi..
Pilih mana??
Nabung uang..
Atau buang uang??

Kembali ke pikiran sehat jangka panjang aja..

21/01/2013

Pesimis Kronis!



Udah pagi nih!
Yang ada di pikiran gua seharian ini cuma gimana caranya dapet penghasilan yang lebih untuk hidup gua. Sempet berpikir pesimis juga sama usaha yang lagi gua jalanin sekarang. Cari klien yang butuh desain itu susah ternyata. Gak kaya cari klien yang butuh makanan coy!
(damn! mulai putus asa nih..)

Kalo bisa dibilang mungkin saat ini sedang berada di bawah performa terbaik (kalo kata komentator sepakbola..) nih! Yah..gimana gak sedih. Tadi mau berangkat aja gak punya uang, duit tinggal 4ribu di dompet, dan harus pinjem ke ade sendiri (padahal harusnya gua udah bisa bantu-bantu keuangan ade gua..). Uang pas-pasan, bensin motor pas-pasan, orderan lagi sepi, dan parahnya sampe buat beli rokok pun gak ada coy! Gawat bener nih situasinya..

Jujur sih, waktu dibilang keterima kerja di salah satu perusahaan GPS itu (gak boleh sebut merk coy..) agak seneng juga, karena akhirnya dapet pekerjaan tetap. Cuma kalo dipikir-pikir ya gitu, emang dasarnya gak doyan kerja kantoran kali ya, jadi bawaannya gak semangat terus. Padahal pengeluaran terus aja bertambah. Ah..entahlah! Let it flow aja dulu. Jalanin aja dengan enjoy, kalo cocok ya berlanjut, tapi kalo gak cocok ya cari kerjaan lain, atau seriusin deh ini usaha Design Consulting.
Kalo dibilang gak betah sih gak betah. Siapa yang betah sih sama keadaan serba susah? Mau ini harus ditahan, mau itu harus ditahan. Cuma ya kalo diturutin nanti yang ada malah emosi sendiri, marah-marah gak jelas, dan itu tandanya sih udah kepancing sama hasutan Setan (kalo kata bokap-nyokap sih gitu..). Mending sabar aja jalanin semuanya, daripada emosi-emosi gak jelas.

Semoga kita semua masih dikasih kekuatan & kesabaran buat jalanin semuanya.
Amiinn..

20/01/2013

My Job Place..




Selamat Pagi!
Yap! Hari Senin ini cerah banget loh coy..
Semoga bisa jadi hari yang positif deh..
(amiinn...)

Gak banyak yang yang mau gua tulis sih sekarang ini, karena gua juga belom tau mau ngapain lagi hari ini selain berangkat ke kantor. Oh iya mungkin gua belum cerita tentang diri gua sendiri ya? (hehehe..sori lupa, keasikan sok asik dengan bahasan tulisan yang asik aja kalo dibawa asik..).

Nama gua Dhimas Cesar Atma Yuritsa, tapi temen-temen biasa manggil gua Eca. Gua juga masih belum terlalu ngerti kenapa gua dipanggil Eca. Kata nyokap sih karena gua gak bisa ngomong Cesar waktu kecil, gitu loh.. Nah..singkat cerita, gua sekarang ini kerja di usaha yang gua bangun bersama dua temen gua. Namanya TITIKREASI, semacam Design Consulting gitu lah, atau bahasa Indonesianya sih Tempat Bikin Desain. Gitu coy..
Jadi usaha gua dan temen-temen ini emang bisa dibilang bener-bener ngerintis dari nol lah, dari gak punya apa-apa coy.. Sampe alhamdulillahnya sekarang udah punya satu komputer. Hehehe..emang belum apa-apa sih, tapi lumayanlah bisa dipake buat desain. Yang penting kan otak, ide, dan kreatifitasnya yang gak ada di komputer itu. Tapi gua masih belum ngerasa puas sih sama keadaan tempat usaha ini, masih banyak yang harus ditambahin. Misalnya, masih harus butuh komputer lebih banyak lagi, barang-barang di ruang kerja (yang lebih terkesan kaya kos-kosan sih..) yang masih harus diperbagus lagi, dan yang paling penting sih bayar sewa ruangan ini per bulan (yang masih harus ngos-ngosan cari uangnya buat ini coy!) untuk tempat kita kerja dan berkarya.

Oke..
Jam 7 nih coy..
Saatnya mandi. Masih banyak yang harus dikerjain hari ini. Semoga orderan desain hari ini lebih banyak lagi. Semangaaattttt...!!!

Bacotan Malam Hari




Lumayan lama udah beberapa hari ini gak nge-blog.
Abis bingung mau bahas apaan. Berita-berita di TV isinya ngomongin banjir lagi banjir lagi.

Harusnya sih udah tidur nih, besok harus meeting ke Jakarta. Cuma ya apa daya, mau berangkat pun gak ada ongkos. Duit tinggal 4ribu di dompet coy! (ini serius loh..)

Beginilah nasib seorang laki-laki yang kehidupannya belum bisa dibilang jelas.
Beda banget sama temen-temen lain seumuran gua yang kehidupannya udah lumayan. Emang udah salah langkah dari kuliah juga sih. Coba waktu itu gua dengerin kata-kata orangtua buat belajar serius, biar gak kesulitan cari kerja. Gak bakal gini deh jadinya. Kesel juga sama diri sendiri ini!
Sekarang ini mau ngapain juga susah. Tuntutan hidup semakin banyak, kebutuhan semakin banyak, tapi pemasukan gak bisa ngimbangin semuanya. Pengen inilah, pengen itulah, tapi gimana caranya kalo gak ada pemasukan?

Bersyukurlah kalian yang orangtuanya masih berkecukupan untuk menghidupi kalian, apalagi yang masih sanggup untuk beliin kalian ini-itu segala macem. Jangan selalu ngerasa kekurangan sama apa yang kalian punya, syukurin aja coy! Masih banyak orang-orang di luar sana yang kehidupannya di bawah kalian.

Jujur sih, terkadang gua juga masih suka sedikit ngerasa kurang bersyukur, masih suka ngerasa iri sama apa yang orang-orang punya. Cuma ya harus sadar juga siapa diri gua, gimana keadaan ekonomi gua, gimana situasi yang lagi gua hadepin sekarang, dan yang pastinya masih harus belajar untuk lebih bersyukur lagi. Sebagai contohnya gini, di saat gua kehilangan handphone, situasi di sekeliling gua justru sebaliknya. Beberapa temen ada yang beli handphone baru. Siapa yang gak mupeng sih ada di kondisi kaya gitu? Cuma ya gua harus sadar diri juga lah, gak perlu harus untuk menyamai keadaan, toh nanti kalo emang ada rejeki juga bakal ada saatnya kok. Atau mungkin keadaan lainnya kaya gini, temen-temen yang berlomba-lomba untuk memodifikasi mobilnya. Pengen sih ikut mereka untuk jadi paling keren, cuma ya balik lagi ke keadaan yang lagi gua alami sekarang. Gak perlu harus memaksakan. Justru malah gua jadi berpikir "gak apa-apalah walaupun cuma pake motor, tapi hasil keringet sendiri. Daripada pake mobil bagus tapi hasil keringet orangtua, atau mungkin lebih parahnya minta ke orangtua."

Yaaa..walaupun keadaan lagi susah, usahakan untuk selalu bersyukur sama apa yang udah kita punya. Jangan terlalu banyak mengeluh. Masih mending dikasih kesempatan buat nafas, coba kalo enggak? Kan gawat coy! Intinya berterima kasihlah sama Allah karena masih dikasih kesempatan hidup.

16/01/2013

Banjir? Salah Siapa???



Banjir!
Mungkin itu kata yang lagi populer akhir-akhir ini, karena selama hampir sebulan ini hujan turun tiap hari. Ya..mungkin emang gak belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya sih, atau mungkin malah makin memperparah keadaannya sendiri? Who knows..

Kalo dipikir-pikir, sebenernya yang bikin banjir itu ya manusia itu sendiri kok (termasuk gua mungkin..). Logikanya gini, banjir itu terjadi karena aliran air di sungai gak lancar, sedangkan aliran sungai itu gak lancar kan karena banyak sampah yang ngapung di sungai itu sendiri. Nah..yang buang sampahnya siapa coba kalo bukan manusia? Bener juga sih kata Opie Kumis, "Siapapun gubernurnye, gak bakal bise bikin Jakarte bebas banjir kalo warganye masih suka buang sampah ke kali.." (entah waktu itu gua liat dia ngomong ini di acara apa..). Jadi intinya itu kembali ke kesadaran kita masing-masing. Apakah kita udah taat peraturan atau belum? (disini konteksnya buang sampah sembarangan yeee..).

Sepenglihatan gua kalo lagi ke Jakarta emang gitu sih. Karena kebetulan kantor gua ngelewatin kali Pesanggrahan yang legendaris itu (tapi lumayan agak bersihan sekarang..), jadi selama perjalanan itu kadang gua suka iseng ngeliatin ke arah sungai kalo lagi ngelewatin sungai. Dan emang bener..lebar sungai yang seharusnya 5-10 meter, kadang cuma tinggal 2 atau 3 meteran aja. Sisanya kemana tuh? Ya ketutup ama sampah-sampah coy!
Mungkin emang udah "budaya" (baca: kebiasaan) orang-orang kita kali yah..yang dengan enaknya buang sampah maen lempar aja ke sungai. Papan bertuliskan "Dilarang Buang Sampah ke Sungai" pun terkadang gak dihiraukan (bener gak coy?). Atau jangan jauh-jauhlah, contohnya kalo kita lagi di dalem kendaraan deh. Pasti suka pada liat kan orang dengan seenaknya buka kaca mobil cuma buat ngelempar tisu, puntung rokok, kantong kresek, atau bahkan sampe botol minuman coy! Jadi ya sebenernya musibah-musibah yang SEHARUSNYA gak kejadian tuh malah kejadian! Gara-gara siapa? (coba pikir sendiri coy..hehehe..)

Gak munafik sih.. Gua juga terkadang masih suka ngelanggar peraturan-peraturan, kaya yang gua tulis di tulisan gua sebelumnya. Cuma ya apa salahnya sih kalo kita belajar buat tertib coy? Toh gak ada ruginya juga kan? Tapi emang susah juga sih.. Emang orang-orang Indonesia terkadang (atau malah sering kali yee??) gak suka diingetin. Ngingetin dikit, nanti dibilang sok alim lah, sok baik lah, sok tau lah, atau bahkan mungkin ada yang bilang "emang diri lu sendiri udah bener? Pake sok ingetin orang segala.." gitu coy. Gimana mau tertib kalo keadaannya kaya gini?

Jadi..
Kalo misalkan kita ngingetin "Jangan buang sampah sembarangan dong..nanti banjir loh!", terus malah dibilang "Alah..sok ngasih tau gua lu, macem lu udah bener aja..", dan pada akhirnya malah banjir beneran.
SALAH SIAPA???

14/01/2013

Jika Aku Menjadi...



Ya..
Itu emang kedengeran seperti sebuah judul acara Reality Show di salah satu stasiun televisi. Tapi terlepas itu acara berdasarkan skenario atau bukan, sebenernya tujuan acara ini cukup bagus, yaitu buat nyadarin kita supaya bersyukur sama keadaan yang udah kita jalanin sekarang coy..


Mungkin kebanyakan dari kita terlalu sering mengeluh tentang keadaan yang terjadi sama diri kita, tapi coba kalau dibandingkan dengan keadaan orang-orang yang hidupnya jauh di bawah kita.
Sebagai contohnya ada dua orang tua yang sudah sangat berumur, dan mereka masih harus kerja buat cari makan sehari-hari coy! Bayangin aja, seorang bapak yang kondisi telinganya sakit dan gak bisa denger karena kecelakaan waktu dia kerja, terus keadaan rumahnya yang memprihatinkan (bocor kalo ujan, dingin dan gelap kalo malem). Tapi doi masih tetep kerja coy! Hebat gak tuh? Kerjanya cuma sebagai tukang bersihin kotoran sapi, dan dia cuma dibayar 10ribu rupiah sekali bersihin, ya..sekali lagi.. 10RIBU RUPIAH coy! Terus abis bersihin kandang sapi, dia masih harus gali lubang buat penampungan kotoran manusia coy! Dan untuk pekerjaan ini, dia cuma dibayar 20ribu rupiah setelah lubangnya selesai. Kalo belum selesai..ya dia gak dapet uang! Terus si istrinya juga kakinya kena reumatik, dan susah untuk bergerak. Bayangin aja gimana cara bertahan hidup dengan kondisi kaya gitu coba!

Mungkin buat kita uang segitu gak ada apa-apanya, tapi buat si bapak itu??? Itu bisa jadi taruhan hidup dia sehari-hari coy! Mungkin uang 10ribu buat kita itu bakal abis untuk beli rokok, makan sekali, atau untuk ngisi bensin motor kita. Tapi buat si bapak itu? Ya! Uang 10ribu itu untuk keperluan mereka selama sehari. Belum lagi kalau besoknya gak ada kerjaan, otomatis dia gak dapet uang. Dan yang lebih parahnya lagi, dia sama istrinya sehari-hari cuma makan nasi sama sayuran aja (kalo di Jawa mungkin disebut "urap") coy!

Makanya, syukurin aja deh sama apa yang udah kita punya sekarang. Tempat tinggal masih layak, makan masih bisa kenyang, kalo lagi ujan kita gak keujanan (karena rumah bocor), atau mungkin kita masih bisa beli rokok dari uang kita itu. Oh iya, satu lagi. Mungkin kita harus lebih sering bersyukur dengan pekerjaan yang kita punya sekarang. Apa kabarnya kalo kita kerja kaya si bapak itu? Emang kuat?

Mungkin tulisan ini bisa jadi pelajaran buat gua sendiri, syukur-syukur bisa jadi pelajaran buat yang bacanya juga. Walaupun sebenernya mungkin para pembaca bakal berpikir "alah..lebay lu gara-gara nonton acara kaya gitu..", tapi kalo dipikir-pikir pasti ada benernya juga kok coy.. Mudah-mudahan kita semua bisa lebih bersyukur lagi dengan apa yang udah kita punya selama ini, yoi gak?

13/01/2013

Per-atur-an



Halo!
Kembali lagi bersama saya dalam acaraaaa...
(jeng..jeeenngg..)

Abaikan saja, sedang gangguan otak gara-gara Liverpool kalah 2-1 dari MU.
Kampret emang..
Tapi yaudahlah..namanya juga pertandingan, ada kalah ada menang. Emosi suporter cuma waktu di pertandingan aja kok.. 

Tapi ngomong-ngomong, lu semua pada heran gak sih sama kegilaan orang-orang Indonesia yang ngejagoin tim-tim bola di luar negeri? Contohnya waktu para suporter itu nonton bareng (atau yang lebih sering dikenal dengan istilah "nobar"). Para suporter itu berteriak, nyanyi-nyanyi, bahkan sampe maki-maki kalo ada insiden-insiden yang terjadi pada saat pertandingan itu. Padahal tim yang mereka dukung itu sama sekali gak denger teriakan, nyanyian, atau bahkan makian para suporternya, kecuali kalo pada nonton langsung di stadionnya coy.. Dan yang lebih anehnya lagi, bahkan sampe ada yg berantem gara-gara sensi sama ledekan-ledekan (atau yang lebih sering disebut "chant") itu. Konyol gak sih?

Kalo menurut gua sih sebenernya itu karena rasa nasionalisme yang kurang di dalem diri orang-orang Indonesia (cieee...sok serius banget bahasanya..) itu sendiri. Coba pikir aja, berantem gara-gara tim luar negeri yang didukungnya kalah, konyol gak? Sedangkan animo para suporter itu bisa dibilang kurang terhadap persepakbolaan Indonesia (cieeee...sok serius lagi nih..).
Tapi entahlah, bingung juga emang kalo ngomongin soal itu. Persepakbolaan Indonesia itu sendiri juga ancur gak karuan kaya apa tau. Organisasinya gak jelas, pertandingan gak jelas, timnya gak jelas, sampe kelakuan pemainnya pun bahkan ada yang gak jelas. Contohnya ya waktu pertandingan aja, keputusan wasit aja gak "dianggep" sama pemainnya. Bahkan sampe-sampe para pemain itu berani memukul atau mengeroyok wasit. Coba kalo di luar negeri, mana ada pemain yang berani ngeroyok wasit kalo gak langsung kena denda yang besar dari asosiasi sepakbolanya.

Yah..entahlah..
Entah peraturan di negeri ini yang kurang, atau orang-orangnya yang hobi banget ngelanggar peraturan. Contohnya peraturan "Dilarang Merokok", "Dilarang Buang Sampah di Sungai", atau bahkan sampe ngelanggar lampu merah. Semuanya emang balik ke diri kita sendiri sih coy.. Sampe sejauh mana kedisiplinan kita terhadap peraturan itu sendiri, bukan masalah denda akibat pelanggarannya itu sendiri.
Intinya sih kalo mau hidup tertib & lancar, taatilah peraturan itu. Tapi kalo mau berantakan & semrawut, ya langgarlah peraturan itu sesukanya. Simpel kan? :)

Yaa..yaa..
Gua tau yang baca ini juga pasti bakal bilang "sendirinya emang udah taat peraturan?" ke gua. Emang jujur aja gua akuin kalo gua masih belum sepenuhnya taat sama peraturan-peraturan yang ada, cuma ya sebisa mungkin gua coba buat taat walaupun agak melenceng dikit. 

Selamat Malam, coy!
:)

11/01/2013

Jangan Takut Ngomong



Ya! Tiga kata itulah yang bisa jadi pelajaran buat hari ini..
Setelah tadi ikut kumpul sama anak-anak komunitas graffiti di tempat biasa. Oh iya..gua belom sempet cerita kenapa gua bisa ikut kumpul sama komunitas graffiti itu.
Jadi gini ceritanya.....
(sambil liat ke kanan atas.. terus ada backsound buat flashback.. cring..cring..criiing..)

Gua emang suka sama segala hal yang berbau graffiti (berbau..lu kira kentut apa berbau..) itu. Awalnya sih sejak akhir tahun 2004-an. Saat itu gua mulai coba-coba untuk suka ngegambar. Berawal dari kertas, terus coba buat ditumpahin ke tembok deh (ditumpahkan..lu pikir itu kuah soto ditumpahin..) itu gambar-gambaran gua yang di kertas. Sejak saat itulah gua mulai belajar (sampe sekarang juga masih belajar sih..) graffiti. Bareng temen-temen komplek rumah, mulai untuk nge-crew, terus ketemu anak-anak crew lain yang punya hobi sama di tahun 2005-an, sampe akhirnya sekarang gua ikut tergabung dalam suatu komunitas graffiti yang disebut RainCityStrike, atau selanjutnya nanti di tulisan-tulisan gua ini bakal sering gua singkat dengan RCS.

Gitulah ceritanya..
(terus tiba-tiba sadar karena flashback-nya udahan..)

Balik lagi ke judul..
Mungkin di tulisan ini agak sedikit serius, tapi tetep santai kok.
Gua ambil tiga kata itu sebagai pelajaran hari ini, karena tadi abis denger cerita-cerita tentang pengalaman para writers (orang yang bikin graffiti) di tempat kumpul tadi. Cerita mereka macem-macem, mulai dari traveling ke luar kota cuma sekedar iseng, ikutan gambar bareng writers kota lain, sampe ada anak dari Yogyakarta ikutan gabung dalam RCS.

Semua cerita mereka itu intinya "Jangan Takut Ngomong", karena dengan bertanya itulah kita bisa tau segalanya, termasuk hal-hal yang mungkin sebelumnya sama sekali gak lu tau coy..
Kita ambil contoh cerita salah satu anak Yogyakarta yang akhirnya sekarang ikut gabung di RCS. Sebut saja nickname (nama samaran dari writers) dia Hone. Dia dateng dari Yogyakarta ke sini itu awalnya cuma untuk ngelanjutin SMA-nya. Cuma berhubung dia juga suka graffiti sejak tinggal di Yogya, dia akhirnya memutuskan untuk cari tau tentang scene graffiti di Bogor ini. Mulailah dia untuk cari tau..
Awalnya sih dia bilang cuma sekedar muter-muter keliling kota cuma buat ngeliatin graffiti-graffiti di Bogor. Tapi karena ada satu nama yang sering dia liat dimana-mana, akhirnya dia coba buat nanya ke orang-orang, yang beruntungnya waktu itu dia bertanya ke salah satu anak anggota RCS ini. (coba kalo nanya ke tukang bakso, bisa-bisa dikasih taunya tempat jualan daging kiloan coy..)
Si Hone ini nyari-nyari informasi dengan cara nanya kesana-kemari, sampe akhirnya dia memutuskan untuk coba dateng di acara rutin RCS tiap Jumat malem. Dari situlah dia mulai akrab dengan anak-anak RCS. Keakrabannya dia didapet dengan cara "Gak Takut Ngomong" itu, malah sampe dia bisa deket dengan beberapa anggota RCS lainnya, dan gak dipandang sebagai "anak bawang" karena dateng dari kota lain.

Sepele sih memang, tapi kalo dipikir-pikir ya bener juga. Seperti pepatah "Malu Bertanya Sesat di Jalan" (kebanyakan nanya, kaya orang bego..hehehe..). Coba kalo misalkan lu lagi ada di suatu kota, dan lu gak kenal siapapun di situ, gimana coba kalo lu gak mau nanya? Yang ada nanti malah nyasar entah kemana coy..

Yaaa..pokoknya begitulah..
Gua bingung harus nulis apa lagi.
Mungkin tiga kata di judul tulisan ini bisa coba diterapkan mulai sekarang.

JANGAN TAKUT NGOMONG!

Selamat dinihari..
:)

10/01/2013

Insomnia Akut Stadium Sangat Gawat Tingkat Akhir




Yap! Ini jam 3 subuh, dan masih melek juga coy..
Kampret bener nih jadi pengidap insomnia stadium akut tingkat akhir. Barusan udah sempet coba merem-merem ganteng, tapi tetep aja gak ngaruh. Yang ada bukannya ngantuk, malah laper coy! (ya..gua tau itu gak ada hubungannya..)

Buka twitter lagi, ngeliat tuh personil-personil band gua yang lama pada rame, ikutan ramelah gua. Pada bernostalgila (nostalgia kali..) mengenang masa-masa kejayaan jadi rockstar di panggung pada waktu itu.
(trus muncul backsound The Last Mohicans..)
(trus tiba-tiba ada di tengah-tengah backsound itu ada tiga penari Tori Cheese Cracker pake baju Flinstones..)
(trus TVnya pecah..)

Nah kan..itu ayam udah checksound aja, siap-siap manggung tuh bentar lagi abis adzan Subuh. Ini gimana mata masih melek??? Aaaarrrggghhhh... Pengen coba minum obat tidur, takut gak bangun. Pengen coba minum Pro-Men, takut gak "tidur-tidur" nanti.. (loh??)
Entah gimana caranya ini ngobatin InsomniaAkutStadiumSangatGawatTingkatAkhir ini. Ada yang tau???

Imajinasi lagi pendek..
Ide gak ada yang keluar..
Perut laper..
Jam 9 harus masuk kerja..
Intinya sih......
HARUS MAKAN!


Intro dulu ah..



Entah kenapa tiba-tiba kepikiran buat ngasih nama itu buat dijadiin nama blog, yang jelas ini cuma sekedar intro. Still blank in my mind.. I don't know what I have to write here, yaa..namanya juga baru belajar nulis.
Kalo kata orang-orang mau manggung sih ini namanya checksound. Gak checksound gak keren katanya sih. Yoi gak? :D

Oke..kembali ke laptop..
Sekarang udah jam 1 pagi coy! Ni mata masih aja kenceng dah.. Emang kalo udah bakat insom dari kuliah, begini nih..kebawa sampe sekarang-sekarang juga dah! Jangan ditiru ah..
Ditemani lagu-lagu dari Soundcloud-nya Skrillex. Entah kenapa sih sekarang-sekarang ini gua jadi doyan ama dubstep. Bisa dibilang "Metal Versi Techno" kali yah? Cuma gak tau juga sih.. Yang jelas sih siapa aja yang bisa bikin musik kaya gini gua akuin hebat coy! (Y)
Pengen sebenernya bisa punya skill untuk bisa bikin musik kaya gini, cuma apa daya laptop tak sampai. Atau dengan kata lain sih "laptop ane gak kuat RAM buat bikin musik beginian coy.."

Oh iye..belom kenalan.. Lupa gua! Hehehe.. :D
Nama gua ada di Profile kok. Udah kan? Ya emang udah coy.. Dimana-mana orang kenalan juga tujuan utamanya pengen tau nama.

Kanjut dah..
(maksudnya sih salah ketik, bukan huruf "K" tapi huruf "L", cuma udah terlanjur ngetik sampe sini jadi males pindahin kursornya ke atas lagi..)
Kita lagi ngomongin apa sih? Oh iya..Dubstep ya? Dubstep itu apa ya? Gak tau kan?
Sama kok, gua juga gak tau-tau banget tentang musik ini. Setau gua sih ini musik asalnya dari Inggris pada tahun 1980-an, entah siapa juga yang bikin awalnya, gua cuma ikut-ikutan aja kimcil-kimcil abege itu pada suka dengerin Dubstep, setelah sebelumnya mereka "keracunan" musik metal dengan pakaian hitam-hitamnya! Hehehe..
Intinya sih ini musik basic-nya dari Drum N Bass, cuma karna ditambahin sound-sound wobble (wobble itu suara2 aneh kaya robot ngomong "waw..waw.." gitu deh pokoknya) jadi kedengeran lebih galak dikit. Terus ini musik juga bisa dipake headbang pula! Persis kaya lagu2 metal dah coy.. Cuma bedanya ini musik gak pake banyak alat musik kaya di band-band metal gitu.

Terus sebenernya gua nulis apa itu?
Masih gak ngerti juga gua coy.. Absurd lu ah! 
Udahan dulu ah coy, ngantuk gua..

Selamat malam Indonesia!

*lalu tertidur setelah klik "Publish" di atas*