Dini Hari..
03:32 WIB
Ada yang terlelap..
Ada yang terbangun..
Ada yang akan tidur..
Ada yang sudah bangun..
Ada yang baru pulang ke rumah..
Ada yang sudah bersiap kerja..
Seharusnya memang ini waktunya orang (normal) untuk tidur, atau waktunya orang (taat) untuk beribadah. Mungkin bukan hanya saya yang masih terjaga saat ini. Sulit berpindah ke alam mimpi, pikiran berjalan-jalan ke berbagai penjuru angan. Kalaupun terdengar sok puitis, bukan kehendak saya. Tetapi kehendak satu otak, sepuluh jari yang menggerakkannya, dan juga sepasang mata yang selalu melihat kata demi kata dengan teliti.
Beberapa jam coba menenangkan diri..
Ya! Saya coba meredam (sisa) emosi yang sempat meledak..
Sempat terlintas dalam pikiran saya sebuah jawaban dari Tuhan. Tidak ingin munafik, tidak ingin berbohong. Saya pun manusia seperti kalian. Punya banyak asa yang selalu ingin diwujudkan setiap saat, apabila diberi kesempatan. Tapi mungkin Tuhan sedang berkata "Sekarang belum waktunya, nanti akan tiba saatnya.." kepada saya.
Terkalahkan oleh hantaman emosi itu memang sama dengan hanyut dalam senda gurau setan sang penghuni neraka. Maaf, bukan cuma untuk saya kalimat itu ditulis, tapi juga untuk anda yang sedang larut dalam ajakan sang penghuni neraka itu. Berpikir "coba untuk mengerti?", semua orang akan berkata demikian. Ego mencoba menendang keluar semua emosi. Mencoba melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, mungkin itu bukan suatu jalan keluar. Bukan sok suci atau sok baik, tapi coba telaah dengan nalar dan pola pikir positif, pasti ada benarnya. Kecuali jika anda tetap mengutamakan negativitas dalam pola berpikir anda, sampai kapanpun segala sesuatu akan dicemooh dan tidak dianggap positivisme-nya.
Rumit memang untuk menelaahnya. Jangan coba dimengerti, cobalah untuk dirasakan. Putar pandangan 180 derajat. Semua orang pun akan berkata demikian lagi. Imajinasi, egoisme, pola pikir, dan sikap. Semuanya sulit untuk dimengerti. Satu merasa selalu di bawah, satu merasa selalu ingin di atas. Siapa? Mungkin seharusnya kedua sisi itu berlawanan: satu air, dan satu api. Terdengar sok bijak? Inilah namanya Celoteh Bocah Gila, terkadang positif, terkadang negatif. Semua mungkin berpikir sama, berpikir negatif tentang hal positif, ataupun bersikap positif tentang hal negatif.
Emosi memainkan peran utama dalam kisah pengambilan sikap?
Coba pikirkan apa yang terjadi..
Mungkin semua orang akan berpikir "Biarin aja.. Sikap dan perasaan gua ini.. Kenapa lu yang ribet??" satu sama lain. Langkah awal seharusnya adalah berpikir positif! Bukan hanya berpikir negatif seperti itu. Sekali lagi, bukan cuma untuk saya kalimat itu ditulis, tapi juga untuk anda yang sedang larut dalam ajakan sang penghuni neraka itu.
Entah sudah absurd dan abstrak sepuluh jari ini untuk menulis. Mata dan otak mulai berkurang kemampuannya.
Selamat dini hari..
No comments:
Post a Comment