ini semua hanya celotehan..
dianggap serius silahkan,
dianggap bercanda juga silahkan..
selamat menikmati!

19/03/2013

REVIEW BUKU: "Steve Jobs. Stay Hungry, Stay Foolish" (Jay Elliot)





“Tetaplah Lapar. Tetaplah Bodoh.”

Itulah kalimat yang terlintas di pikiran saya pertama kali begitu membaca buku ini. Sederhana memang, tetapi mengandung arti yang sangat banyak dan mendalam menurut saya. 

Ya! Steve Jobs lah orangnya!
Seorang pria yang berasal dari keluarga kecil dan sederhana. Orangtua kandungnya memutuskan untuk ‘memberikan’ ia kepada keluarga yang mau mengadopsinya, dengan tujuan agar ia mendapatkan penghidupan dan pendidikan yang hebat. Singkat cerita, pria yang tidak menyelesaikan kuliahnya ini mampu membuat suatu inovasi yang dikagumi banyak orang hingga saat tulisan ini dibuat. Bagaimana tidak? Anda lihat saja berbagai macam gadget yang menghiasi tangan orang-orang yang ‘haus’ akan teknologi. Bagaimana produk yang ia ciptakan dipergunakan hampir semua golongan, mulai dari pejabat pemerintahan Amerika Serikat, musisi, seniman, pengusaha, bahkan hingga kalangan anak-anak SMA di Indonesia yang berlomba untuk terlihat ‘keren’ dengan menenteng gadget berlogo buah apel tergigit itu.

Saya menulis ini bukan dengan maksud apa-apa, tapi hanya ingin menyampaikan pendapat saya tentang apa yang telah saya baca di buku itu. Dan menurut saya, seorang Steve Jobs memang telah melakukan sebuah perubahan besar dalam teknologi peradaban manusia. Walaupun ia tidak lulus kuliah, tetapi kemauan dan kemampuannya dapat diwujudkan dengan cara menciptakan berbagai macam alat yang sangat canggih, bahkan mungkin di luar nalar pikiran kita (apabila kita kembali pada zaman dimana dia mulai mendirikan Apple).

Kematiannya pada waktu sehari setelah peluncuran iPhone 4S itu mungkin yang menarik perhatian saya dalam bagian buku ini. Entah itu sudah dipikirkan oleh Steve atau belum, tapi memang kata-kata “iPhone 4S” itu terlihat sangat berarti dalam. Di dalam buku ini dijelaskan maksud dari kata-kata “iPhone 4S” itu berarti “iPhone 4 (for) Steve”. Dan memang benar! Sehari setelah peluncuran resmi iPhone 4S oleh pihak Apple, Steve Jobs meninggal dunia. Setelah selama delapan tahun ia bergelut dengan penyakit kanker pankreasnya. Kematiannya mengundang kesedihan mendalam semua lapisan masyarakat di seluruh dunia. Mulai dari Presiden Amerika Serikat, rekan kerja Steve, saingan bisnis, dan mungkin hingga orang-orang yang hanya sekedar berpendapat “Oh..Apple toh.. Pantesan Mahal..” ikut sedih atas kepergian sang inovator hebat itu. 
Kalimat “Tetaplah Lapar. Tetaplah Bodoh.” yang  dikatakan Steve memang mengandung makna yang sangat dalam. Mungkin secara tidak langsung Steve ingin menyampaikan bahwa untuk meraih sesuatu, kita perlu untuk ber-mindset selalu “Tetap Lapar dan Bodoh”. Coba pikir, apabila kita selalu merasa “Tetap Lapar”, mungkin kita akan selalu terpacu untuk mencari makan. Dan untuk mencari makan itu kita harus membeli dengan menggunakan uang. Uang itu pun harus kita dapatkan dengan cara bekerja keras. Selain itu, apabila kita selalu merasa untuk “Tetap Bodoh” maka kita akan terus terpacu untuk selalu belajar, belajar, dan belajar. Jadi pada intinya, kalimat “Tetaplah Lapar. Tetaplah Bodoh.” itu  merupakan suatu pesan dari sang inovator agar kita terus BEKERJA KERAS dan BELAJAR!

JENIUS!

Walaupun saya bukan pengguna produk Apple, tapi saya tetap mengakui kehebatan dari gadget berlogo apel tergigit itu. Karena saya sering bergelut dengan bidang musik dan grafis, maka saya bisa mengatakan kalau gadget Apple itu memang sangat brilian! Semua kebutuhan manusia bisa ‘diladeni’ dengan hanya menyentuhkan jari pada layarnya. Kreatif dan inovatif! Atau mungkin dengan bahasa lain bisa dikatakan seperti ini: “Apa sih yang gak bisa dilakuin dengan Apple? Bikin musik? Gampang! Bikin video? Gampang! Desain grafis? Gampang! Gimana gak keren tuh?!”. Dan jujur, sampai saat tulisan ini ditulis pun saya masih bermimpi untuk bisa memiliki sebuah gadget keluaran Apple tersebut untuk keperluan bermusik dan berkreasi saya. 

Mungkin itulah beberapa pendapat saya setelah membaca buku ini. Buku ini sangat inspiratif, terutama untuk orang-orang yang ingin maju dan menciptakan sesuatu yang Out Of The Box. Tidak ada yang tidak mungkin dengan gadget Apple.

Terlepas dari gadget-nya, semoga kita semua bisa terus merasa dan berpikir untuk…..
“TETAPLAH LAPAR. TETAPLAH BODOH.”

14/03/2013

Ini Hanya Celoteh!

Lihat ke kanan, orang-orang ber-gadget Android..
Lihat ke kiri, orang-orang ber-gadget Apple..
Lihat ke depan, orang-orang ber-gadget Blackberry..
Lihat ke belakang, orang-orang ber-gadget Windows Mobile..

Sedikit iri memang timbul, seakan terasa ingin meledak dan berteriak "Kenapa saya tidak bisa punya gadget seperti mereka?!" sekeras-kerasnya. Tenang...maksud saya berceloteh di sini bukan karena ingin dikasihani, tapi saya hanya ingin berbagi saja. (Silahkan jika anda menganggap ini sebagai sesuatu yang 'lebih')

Mungkin beberapa di antara mereka itu bisa dengan mudahnya mendapatkan gadget-gadget yang mereka inginkan, dengan cara 'menodongkan' keinginannya ke kedua orangtua mereka. Walaupun ada keinginan untuk bertindak seperti itu, tapi saya masih tau diri. Saya tidak mau semakin mempersulit keadaan ekonomi kedua orangtua saya. Apalagi jika salah satu di antara keduanya sudah mulai tidak sehat lagi. Bukan suatu hal yang pantas untuk 'menodongkan' tangan kepada mereka. Mau ditaruh dimana muka kalian?!

Di lain sisi, banyak orang yang sudah sukses. Dan mereka memang pantas untuk menenteng gadget yang mentereng seperti itu. Ya..saya tau ini semua mungkin tuntutan zaman! Mungkin istilah bahasa kasarnya seperti ini: "Kalo lu gak ngikutin, lu bakal jadi orang yang kuno dan ketinggalan zaman!".

Ah..ingin rasanya memaki diri sendiri (lagi)..

Kenapa saya berada dalam kondisi sulit seperti ini??
Kenapa saya tidak bisa merasakan nikmatnya hidup senang seperti teman-teman di sekitar saya??
Kenapa saya seakan menjadi orang yang tidak bisa lepas dari MASALAH??

Ya..mungkin itu beberapa pertanyaan negatif yang muncul di otak saya saat menulis ini. Tulisan ini bukan keluhan, ini hanya sekedar pengungkapan saya terhadap buah dari panca indera yang saya miliki. Tuhan memberikan saya panca indera, dan saya mempergunakannya, dan inilah hasilnya. Jadi kalau (mungkin) kalian ingin berpikir bahwa saya seorang pengeluh, silahkan.. Itu hak kalian kok! Saya hanya mencoba mengekspresikan apa yang saya rasakan, dan inilah caranya! Hanya lewat tulisan saya bisa menumpahkan semuanya, karena tidak mungkin saya curhat tentang perasaan yang saya rasakan, karena saya merupakan salah satu tipe orang yang paling susah untuk menceritakan perasaannya secara langsung.
(Walaupun secara tidak langsung mungkin saya telah menceritakan semuanya di sini..)

Ah...
Entahlah!
Kata-kata di otak sudah tidak bisa tersinkronisasi lagi dengan sepuluh jari..

Goodnight!

13/03/2013

Kicauan Dini Hari

Dini Hari..
03:32 WIB

Ada yang terlelap..
Ada yang terbangun..
Ada yang akan tidur..
Ada yang sudah bangun..
Ada yang baru pulang ke rumah..
Ada yang sudah bersiap kerja..

Seharusnya memang ini waktunya orang (normal) untuk tidur, atau waktunya orang (taat) untuk beribadah. Mungkin bukan hanya saya yang masih terjaga saat ini. Sulit berpindah ke alam mimpi, pikiran berjalan-jalan ke berbagai penjuru angan. Kalaupun terdengar sok puitis, bukan kehendak saya. Tetapi kehendak satu otak, sepuluh jari yang menggerakkannya, dan juga sepasang mata yang selalu melihat kata demi kata dengan teliti.

Beberapa jam coba menenangkan diri..
Ya! Saya coba meredam (sisa) emosi yang sempat meledak..

Sempat terlintas dalam pikiran saya sebuah jawaban dari Tuhan. Tidak ingin munafik, tidak ingin berbohong. Saya pun manusia seperti kalian. Punya banyak asa yang selalu ingin diwujudkan setiap saat, apabila diberi kesempatan. Tapi mungkin Tuhan sedang berkata "Sekarang belum waktunya, nanti akan tiba saatnya.." kepada saya.

Terkalahkan oleh hantaman emosi itu memang sama dengan hanyut dalam senda gurau setan sang penghuni neraka. Maaf, bukan cuma untuk saya kalimat itu ditulis, tapi juga untuk anda yang sedang larut dalam ajakan sang penghuni neraka itu. Berpikir "coba untuk mengerti?", semua orang akan berkata demikian. Ego mencoba menendang keluar semua emosi. Mencoba melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, mungkin itu bukan suatu jalan keluar. Bukan sok suci atau sok baik, tapi coba telaah dengan nalar dan pola pikir positif, pasti ada benarnya. Kecuali jika anda tetap mengutamakan negativitas dalam pola berpikir anda, sampai kapanpun segala sesuatu akan dicemooh dan tidak dianggap positivisme-nya.

Rumit memang untuk menelaahnya. Jangan coba dimengerti, cobalah untuk dirasakan. Putar pandangan 180 derajat. Semua orang pun akan berkata demikian lagi. Imajinasi, egoisme, pola pikir, dan sikap. Semuanya sulit untuk dimengerti. Satu merasa selalu di bawah, satu merasa selalu ingin di atas. Siapa? Mungkin seharusnya kedua sisi itu berlawanan: satu air, dan satu api. Terdengar sok bijak? Inilah namanya Celoteh Bocah Gila, terkadang positif, terkadang negatif. Semua mungkin berpikir sama, berpikir negatif tentang hal positif, ataupun bersikap positif tentang hal negatif.

Emosi memainkan peran utama dalam kisah pengambilan sikap?
Coba pikirkan apa yang terjadi..
Mungkin semua orang akan berpikir "Biarin aja.. Sikap dan perasaan gua ini.. Kenapa lu yang ribet??" satu sama lain. Langkah awal seharusnya adalah berpikir positif! Bukan hanya berpikir negatif seperti itu. Sekali lagi, bukan cuma untuk saya kalimat itu ditulis, tapi juga untuk anda yang sedang larut dalam ajakan sang penghuni neraka itu.

Entah sudah absurd dan abstrak sepuluh jari ini untuk menulis. Mata dan otak mulai berkurang kemampuannya.
Selamat dini hari..

Absurd bin Abstrak

22:07 WIB

Dari tadi tulis-delete-tulis-delete terus, masih bingung mau nulis apa. Banyak hal di pikiran yang pengen gua tumpahin di sini, cuma gak mungkin. Karena ini konsumsi publik, sedangkan yang di pikiran gua semuanya gak perlu diketahui oleh banyak orang. Gak perlu mengumbar emosi karena egoisme sendiri, cuma kalo sesekali sih gak apa-apa.

Hmm..apa yang harus gua tulis sekarang? Gak ada yang menarik hari ini, di luar hal pribadi gua tentunya. Cuma agak sedikit lemes aja sekarang. Basah kuyup di motor karena keujanan di perjalanan pulang tadi. Sebenernya hal biasa sih buat para pengendara motor, cuma entah kenapa terkadang gua suka merasa emosi sendiri karena keadaan yang kaya gitu. Ah..sudahlah.. Gak perlu dipikirin..

Absurd..
Abstrak..
Gak ngerti mau ngapain sekarang..
Gak mungkin ceritain masalah gua di sini, cuma pengen, cuma gak mungkin juga..
Aaaarrgghhhh...!! Gimana ini???
(ya..labil mode: ON)

Di kamar sendirian jam segini. Coba tenangin emosi, walaupun itu susah buat gua karena gua bisa dibilang tipe orang yang emosional. Tarik nafas dalam-dalam..terus coba buat atur nafas.. Dan sesekali coba minum air putih (yang konon katanya bisa tenangin emosi seseorang..).

Damn! Kenapa jadi kaya orang bego gini? Ngeliatin layar laptop. Pikiran kosong. Emosi kerasa pengen meledak. Bakar rokok lagi. Dan bengong gak jelas mau ngapain. Yang ada cuma ngoceh lewat tulisan ini aja. Gak penting kan??

Bukan waktu dan mood yang pas buat nulis nih..
Bye..

10/03/2013

Rumah Sakit atau Rumah Duit Pasien???

Baru-baru ini abis nonton berita yang bisa dibilang cukup ironis.
Seorang anak yang sakit harus meninggal karena perawatannya ditolak oleh empat Rumah Sakit di Jakarta. Ya! EMPAT RUMAH SAKIT!

Konyol..
Gila..
Tolol..
Bangsat..
Anjing..
Mata Duitan..
Dan mungkin masih banyak cacian dan makian yang bakal kalian ungkapkan kalo salah satu anggota keluarga kalian mengalami hal serupa kaya gini.

Entah apa yang ada di pikiran management para Rumah Sakit (RS) tersebut (Gak mau tulis nama RS-nya ah, takut ntar tulisan gua ini dijadiin kasus sama pihak RS yang kesinggung..). Sebenernya pertanyaan penting yang harus ditanyakan ke pihak RS tuh mungkin kaya gini, "Tujuan didirikan RS itu apa sih? Menolong dan menyembuhkan orang sakitkah? Atau hanya untuk mencari uang dari orang sakit?".

Kekonyolan, kebodohan, ketololan, dan banyak kata lain lagi yang mungkin bisa dituliskan untuk mengungkapkan 'keanehan' di negeri ini. Nyawa yang harus dibayar oleh orang-orang gak bersalah, yang hanya jadi korban sadisnya keadaan. Hilangnya waktu orang-orang bersalah ringan, yang kalah dengan orang-orang (berduit) bersalah besar. Konyol kan?

Balik lagi ke bahasan utama..
Gak habis pikir aja gua sih.. Kok bisa segitunya RS menolak orang yang sakit parah untuk berobat hanya karena melihat faktor UANG. Ya! Lagi-lagi Uang! Uang bisa ngebeli segalanya? Bahkan sampe nyawa sekalipun? Kacau emang orang-orang kaya gitu. Tolol! Semoga mereka mendapat balasan yang setimpal atas kebodohan yang mereka perbuat, apalagi kalo sampe bikin nyawa orang hilang hanya gara-gara uang. Bahkan seharusnya orang-orang yang kesusahan itu mendapat prioritas yang utama, karena nyawa mereka sedang berada di ujung tanduk. Tapi kenapa malah mengutamakan orang yang punya uang lebih?

Mungkin emang tulisan gua ini hanya penilaian dari satu sudut pandang aja, tapi kalo dilihat secara umum juga masyarakat bisa lebih menilai mana yang lebih bener (kecuali kalo orang itu gak punya perasaan). Bayangin aja, orang udah sakit parah, butuh pertolongan cepet, tapi ini malah harus diminta untuk pindah ke RS lain. Dengan alibi apa??? PENUH! Ya! Alibi klasik, konyol, dan tolol yang bisa dilontarkan oleh segelintir pihak management yang 'gila uang'. Orang sakit parah kok malah dipersulit? Apa bukan tolol itu namanya? Apa mereka gak mikir "Gimana kalo keluarga gua yang kaya gitu?", atau "Gimana kalo gua yang jadi orang sakit itu?". Entahlah alibi "penuh" itu realitas atau fiktif, tapi yang jelas seharusnya mereka (baca: pihak management 'anjing' yang haus duit) bisa lebih berperikemanusiaan sedikitlah. Kesampingkanlah dulu urusan uang, apalagi kalo orang sakit ini udah jelas punya tanda keringanan untuk perawatan kesehatan mereka. Siapa yang harus disalahkan kalo orang sakit itu udah meninggal? Pihak RS? Mana mau mereka disalahkan! (Anjing lu emang RS yang kelakuannya kaya gini!).

Semoga Tuhan membalas kejahatan orang-orang yang tega ngebiarin orang lain meninggal..
Semoga Tuhan mengampuni segala kesalahan orang-orang yang kesusahan..
AMIINN...




*maaf kalo banyak kata-kata kasar di tulisan ini, itu cuma ungkapan emosi aja kok..*

05/03/2013

Review Buku: TAK SEMPURNA (Fahd Djibran - Bondan&Fade2Black)


TAK SEMPURNA by: Fahd Djibran - Bondan&Fade2Black

Sebenernya tulisan bukan promosi atau apa sih, cuma sekedar sharing isi dari buku ini yang baru gua baca kemarin siang. Bukan bermaksud lebay atau gimana, tapi emang gua akuin buku ini keren! Walaupun pada halaman-halaman pertama gua bingung tentang isi buku ini, tapi pas udah sampe pertengahan malah ketagihan bacanya, gokil! Belom lagi beberapa lirik lagu dari Bondan&Fade2Black yang dimasukin di buku ini, kayanya terkesan pas banget sama kejadian yang lagi berlangsung di jalan ceritanya. Langsung aja deh gua ceritain garis besarnya aja, jadi kalo mau detail ya baca aja bukunya.. Hehehe.. :D

Ceritanya sih ada seorang anak cowok bernama Rama, dia salah satu murid di SMA Lazuardi (Lazard). Nah..ceritanya tuh murid-murid di sekolah ini hobinya tawuran sama musuh bebuyutannya yaitu SMA Citra Bangsa (Chibanx). Disitu sih diceritain kalo tawuran mereka itu udah tradisi sejak dari entah kapan, yang jelas mereka gak bakal pernah akur katanya.

Di bagian awal ada kejadian yang sempet bikin gua sedikit sedih juga bacanya, yaitu pada waktu salah seorang temen Rama, namanya Andri Nugraha (yg disingkat AN), tewas dalem sebuah tawuran itu. Dia tewas karena berusaha buat nyelametin temen 'seperjuangannya' yang bernama Bram. Kejadian tewasnya agak sadis juga sih kalo dibayangin. Gimana gak sadis? Abis ketangkep sama 'pasukan' musuh, dikeroyok abis-abisan, terus dihajar pake balok kayu, pecahan botol, sabuk, dan yang bikin di tewas sih kalo gak salah kepalanya digeprek pake potongan beton (sadis kan tuh??). AN tewas dalem perjalanan ke Rumah Sakit. Dan yang paling menyedihkannya lagi waktu ada kejadian si pacarnya yang nangisin 'kepergian' AN di Rumah Sakit (kebayang gak gimana kalo pacar kalian tewas konyol berdarah-darah karena tawuran??).Yaahh..pokoknya setelah itu anak-anak Lazuardi berniat bales dendam, gitu deh intinya. Cuma ada sedikit yang menarik perhatian gua, kenapa inisial temen Rama itu sama dengan inisial salah satu personil Fade2Black yang udah meninggal dulu? Apa kejadian ini merupakan kejadian nyata yang cuma diganti nama pemerannya??

Oke.. Lanjut..
Setelah itu sih SMA Lazuardi bikin rencana buat serangan bales dendam ke sekolah musuhnya. Dan akhirnya mereka pun tawuran lagi. Kali ini sih bisa gua bilang lebih kacau nih kejadiannya. Pokoknya itu kedua sekolah 'perang' di jalan tempat biasa mereka 'perang', tapi kali ini 'pasukannya' lebih banyak, jadi kayanya chaos banget ini kejadiannya. Gak lama setelah itu polisi dateng buat ngebubarin tawurannya, anak-anak SMA bodoh itu pun akhirnya pada lari kocar-kacir denger tembakan dari polisi. Tapi ada satu kejadian sial disini. Rama lari ke tempat yang jauh dari temen-temennya, saat itu pula dia ngerasa kakinya udah lemes banget buat lari, dan akhirnya dia pun pingsan.....BLACK OUT!

Scene selanjutnya sih di Rumah Sakit, dan menurut gua ini bisa jadi scene paling emosional kalo buku ini difilmkan. (Mau bertele-tele apa langsung nih diceritainnya?? Langsung aja kali yah??) Pokoknya intinya Rama kehilangan kaki kirinya di scene ini, karena kakinya harus diamputasi. Kalo kalian nanya kenapa kaki dia diamputasi? Jawabannya karena setelah dia black out itu ternyata kakinya kelindes mobil sedan yang lagi kenceng lewat, dan Rama terpental beberapa meter jauhnya. Di Rumah Sakit inilah Rama baru ngerasa sadar, bersalah, dan sekaligus menyesal seabis-abisnya. Dan di sini juga kedua orangtua Rama yang bercerai itu bertemu.

(Gimana kelanjutannya? Baca sendiri ah..)





Menurut penilaian subyektif gua, buku ini jangan dibaca dengan menggunakan sisi negatif dari persepsi kalian terhadap sesuatu, karena nanti kalian bakal berpikir buat males sekolah (terutama buat anak-anak SMA nih..), tapi kalian harus baca ini dengan pemahaman positif yang nantinya bisa kalian pake untuk memotivasi diri kalian sendiri. Karena menurut gua, buku ini berisi kritik-kritik yang sangat pedes buat guru, oknum sekolah, murid, bahkan sampe sistem pendidikan di Indonesia. Secara gak langsung di dalem buku ini ditulis gimana perilaku negatif para guru dan murid, yang bisa bikin kita tau gimana bobroknya moral para oknum dan pelaku pendidikan.

Selain itu, di buku ini juga diceritakan gimana cara kita buat lebih ngehargain jerih payah dan kerja keras orangtua yang udah mati-matian sekolahin anaknya (walaupun mereka gak tau apa yang udah dilakuin anaknya di sekolah). Lalu keadaan tentang anak-anak yang broken home, yang otomatis udah pasti jadi pengaruh besar buat anak itu sendiri di lingkungan pergaulannya. Busuknya kelakuan para orangtua yang gak memperhatikan anaknya juga terpapar jelas di buku ini. Saat para anak membutuhkan perhatian penuh dari orangtua, tapi mereka malah asik dengan kehidupannya sendiri. Kekerasan dalam rumah tangga dan perselingkuhan pun digambarkan jelas disini. Mungkin inilah pesan yang coba disampaikan oleh penulisnya. Alhasil pelarian para anak broken home itu pun bermacam-macam, ada yang terjun ke dunia narkoba, seks bebas, dan mungkin yang paling parahnya ialah menjadi sosok anak yang bermental pembunuh.

Gak munafik sih.. Dunia SMA itu emang saatnya dimana kita kenal yang namanya video bokep, clubbing, ganja, minuman keras, dan lain sebagainya. Tapi ya itu tadi..semuanya balik ke pribadi masing-masing lagi. Kalo kita bisa kontrol diri kita sendiri, kita pun gak bakal ikutan 'jatuh' ke hal-hal negatif kaya gitu. Seperti yang dialami Rama di buku ini. Dia harus kehilangan kaki kirinya karena ketololannya sendiri, yaitu ikut-ikutan tawuran. Tapi dia hebat. Dia bisa memotivasi dirinya sendiri untuk berhenti dari hal-hal negatif itu. Dia akhirnya mungkin lebih memilih dibilang "banci" daripada harus kehilangan nyawa seperti temannya.

So..
Kita harus tetap bisa ngejaga diri kita dari hal-hal negatif, walaupun keadaan yang kita alami saat ini bisa dikatakan TAK SEMPURNA!
:)