ini semua hanya celotehan..
dianggap serius silahkan,
dianggap bercanda juga silahkan..
selamat menikmati!

10/03/2013

Rumah Sakit atau Rumah Duit Pasien???

Baru-baru ini abis nonton berita yang bisa dibilang cukup ironis.
Seorang anak yang sakit harus meninggal karena perawatannya ditolak oleh empat Rumah Sakit di Jakarta. Ya! EMPAT RUMAH SAKIT!

Konyol..
Gila..
Tolol..
Bangsat..
Anjing..
Mata Duitan..
Dan mungkin masih banyak cacian dan makian yang bakal kalian ungkapkan kalo salah satu anggota keluarga kalian mengalami hal serupa kaya gini.

Entah apa yang ada di pikiran management para Rumah Sakit (RS) tersebut (Gak mau tulis nama RS-nya ah, takut ntar tulisan gua ini dijadiin kasus sama pihak RS yang kesinggung..). Sebenernya pertanyaan penting yang harus ditanyakan ke pihak RS tuh mungkin kaya gini, "Tujuan didirikan RS itu apa sih? Menolong dan menyembuhkan orang sakitkah? Atau hanya untuk mencari uang dari orang sakit?".

Kekonyolan, kebodohan, ketololan, dan banyak kata lain lagi yang mungkin bisa dituliskan untuk mengungkapkan 'keanehan' di negeri ini. Nyawa yang harus dibayar oleh orang-orang gak bersalah, yang hanya jadi korban sadisnya keadaan. Hilangnya waktu orang-orang bersalah ringan, yang kalah dengan orang-orang (berduit) bersalah besar. Konyol kan?

Balik lagi ke bahasan utama..
Gak habis pikir aja gua sih.. Kok bisa segitunya RS menolak orang yang sakit parah untuk berobat hanya karena melihat faktor UANG. Ya! Lagi-lagi Uang! Uang bisa ngebeli segalanya? Bahkan sampe nyawa sekalipun? Kacau emang orang-orang kaya gitu. Tolol! Semoga mereka mendapat balasan yang setimpal atas kebodohan yang mereka perbuat, apalagi kalo sampe bikin nyawa orang hilang hanya gara-gara uang. Bahkan seharusnya orang-orang yang kesusahan itu mendapat prioritas yang utama, karena nyawa mereka sedang berada di ujung tanduk. Tapi kenapa malah mengutamakan orang yang punya uang lebih?

Mungkin emang tulisan gua ini hanya penilaian dari satu sudut pandang aja, tapi kalo dilihat secara umum juga masyarakat bisa lebih menilai mana yang lebih bener (kecuali kalo orang itu gak punya perasaan). Bayangin aja, orang udah sakit parah, butuh pertolongan cepet, tapi ini malah harus diminta untuk pindah ke RS lain. Dengan alibi apa??? PENUH! Ya! Alibi klasik, konyol, dan tolol yang bisa dilontarkan oleh segelintir pihak management yang 'gila uang'. Orang sakit parah kok malah dipersulit? Apa bukan tolol itu namanya? Apa mereka gak mikir "Gimana kalo keluarga gua yang kaya gitu?", atau "Gimana kalo gua yang jadi orang sakit itu?". Entahlah alibi "penuh" itu realitas atau fiktif, tapi yang jelas seharusnya mereka (baca: pihak management 'anjing' yang haus duit) bisa lebih berperikemanusiaan sedikitlah. Kesampingkanlah dulu urusan uang, apalagi kalo orang sakit ini udah jelas punya tanda keringanan untuk perawatan kesehatan mereka. Siapa yang harus disalahkan kalo orang sakit itu udah meninggal? Pihak RS? Mana mau mereka disalahkan! (Anjing lu emang RS yang kelakuannya kaya gini!).

Semoga Tuhan membalas kejahatan orang-orang yang tega ngebiarin orang lain meninggal..
Semoga Tuhan mengampuni segala kesalahan orang-orang yang kesusahan..
AMIINN...




*maaf kalo banyak kata-kata kasar di tulisan ini, itu cuma ungkapan emosi aja kok..*

No comments:

Post a Comment